Inti Berita:
• PSHT Cabang Trenggalek mengesahkan 61 warga baru di Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu.
• Kegiatan berlangsung sejak sore hingga malam hari dan diawali dengan salat berjemaah.
• Panitia memberikan santunan kepada 26 anak yatim piatu sebelum prosesi pengesahan.
SUARA TRENGGALEK – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Trenggalek menggelar prosesi pengesahan warga baru tingkat I di Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, Selasa (16/6/2026).
Sebanyak 61 calon warga secara sakral dan khidmat mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.
Prosesi pengesahan berlangsung khidmat dengan diawali kegiatan keagamaan dan santunan kepada anak yatim piatu.
Kegiatan juga mendapat pengamanan dari aparat keamanan sehingga seluruh rangkaian acara berjalan aman dan lancar.
Ketua PSHT Cabang Trenggalek, Teguh Wahyudi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pengesahan warga baru tahun ini.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolres Trenggalek, khususnya Dandim 0806 yang telah mendukung dan mengamankan kegiatan kami, sehingga acara pengesahan malam ini dapat berjalan lancar, sukses, aman dan damai,” ujar Teguh, Selasa (16/6/2026).
Diawali Ibadah dan Santunan Anak Yatim
Teguh menjelaskan, para calon warga mulai hadir di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelum memasuki prosesi inti, seluruh peserta mengikuti salat Asar, Magrib, dan Isya berjemaah.
Selain itu, panitia juga menggelar santunan kepada puluhan anak yatim piatu sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
“Tadi acara awal mulai pukul 16.00 WIB calon warga sudah sampai lokasi. Setelah itu warga kami tampung kemudian menjalankan salat Asar, Magrib, dan Isya. Setelah itu acara dimulai sakral satu,” katanya.
Teguh juga menerangkan sebelum ke inti acara pengesahan, prosesi dimulai dengan mengadakan santunan kepada anak yatim dan piatu sekitar 26 orang.
“Kami mohon berkahnya agar acara berjalan sukses dan lancar,” pintanya.
Warga Baru Diminta Menjunjung Budi Pekerti Luhur
Dalam kesempatan tersebut, Teguh berpesan kepada para warga baru agar tidak hanya memahami ajaran pencak silat secara fisik, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, anggota PSHT harus menjadi pribadi yang mampu membedakan antara perbuatan benar dan salah serta menjadi teladan di lingkungan masyarakat.
“Saya harapkan kepada adik-adik warga baru menjadi warga PSHT yang berbudi luhur, menjadi kebanggaan semuanya dan menjadi pemimpin yang besar,” tuturnya.
“Sering kami didik adik kami berbudi luhur, menjadi warga yang berbudi pekerti luhur, tahu benar dan salah. Kalau orang itu sudah tahu benar dan salah, saya yakin di mana bumi dipijak langit dijunjung dia akan selamat,” lanjut Teguh.
PSHT Siapkan Pembentukan Ranting Baru
Selain melaksanakan pengesahan warga baru, PSHT Cabang Trenggalek juga berencana memperluas organisasi dengan membuka ranting-ranting baru di sejumlah kecamatan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat pembinaan anggota sekaligus memperluas jangkauan organisasi di wilayah Kabupaten Trenggalek.
“Untuk ke depan akan kami buka ranting-ranting di beberapa kecamatan yang ada di Trenggalek,” ujarnya.
Dengan bertambahnya 61 warga baru, PSHT Trenggalek berharap dapat terus mencetak anggota yang menjunjung nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan budi pekerti luhur sesuai ajaran organisasi.











