Inti Berita:
• Progres Bendungan Bagong Trenggalek sudah mencapai 60 persen
• Target selesai 2029, tapi berpeluang dipercepat
• Total anggaran Rp2,1 triliun + tambahan Rp600 miliar
• Kendala utama sempat di pembebasan lahan, kini tinggal 2 persen
• Fokus pembangunan saat ini di main dam dan spillway
SUARA TRENGGALEK – Pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek terus berlanjut dengan progres yang dinilai cukup signifikan.
Hingga saat ini, capaian pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen. Sedangkan penyelesaian pembangunan ditargetkan rampung pada tahun 2029.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Senna Ananggadipa Adhitama, memastikan proyek strategis nasional (PSN) tersebut tetap berjalan sesuai rencana, meski sempat menghadapi sejumlah kendala di awal pelaksanaan.
“Intinya Bendungan Bagong ini tetap berlanjut. Direncanakan selesai sampai 2029, tapi kalau memungkinkan dipercepat akan kami percepat,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, total kebutuhan anggaran pembangunan bendungan diperkirakan mencapai Rp 2,1 triliun. Namun, terdapat tambahan anggaran sekitar Rp 600 miliar untuk mendukung paket pekerjaan lanjutan.
“Awalnya Rp 2,1 triliun, nanti ada penambahan sekitar Rp 600 miliar,” jelasnya.
Dari sisi penyerapan anggaran, hingga saat ini realisasi sudah mencapai sekitar 80 persen dari total anggaran berjalan. Sementara alokasi anggaran tahun ini berkisar Rp 130 miliar.
Senna mengungkapkan, kendala utama yang sempat menghambat proyek terjadi pada tahap awal, yakni terkait pembebasan lahan. Meski kontrak telah dimulai sejak 2018, pengerjaan fisik baru bisa dilakukan pada 2021 hingga 2022.
“Di awal memang terkendala lahan. Tapi sekarang sudah berjalan dan tetap masuk PSN,” katanya.
Terkait kendala teknis, ia menyebut tidak ada masalah signifikan. Longsoran yang sempat terjadi disebut sebagai kondisi alami tanah aluvial dan tidak memengaruhi struktur utama bendungan.
“Longsoran itu karena lapisan tanah, tapi tidak menjadi kendala utama di main dam,” imbuhnya.
Saat ini, fokus pekerjaan konstruksi berada pada penyelesaian bendungan utama (main dam) dan spillway. Pembangunan spillway ditargetkan rampung pada tahun depan.
Di sisi lain, proses pembebasan lahan kini hampir tuntas, dengan sisa sekitar 2 persen yang sebagian besar berada di tanah kas desa (TKD) dan lahan wakaf.
“Pembebasan lahan tinggal sekitar 2 persen dan masih dalam proses,” jelas Senna.
Bendungan Bagong sendiri dirancang memiliki kapasitas tampung sekitar 17 juta meter kubik dengan luas area mencapai 200 hektare.
Dengan progres yang terus berjalan, pemerintah berharap pembangunan bendungan ini dapat segera selesai dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air di Trenggalek.











