PERISTIWA

Kapolres Trenggalek Wanti-wanti Pesilat Bikin Onar Saat Pengesahan Akan Diproses Hukum

×

Kapolres Trenggalek Wanti-wanti Pesilat Bikin Onar Saat Pengesahan Akan Diproses Hukum

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki saat menyampaikan peringatan dalam menjalankan kegiatan di bulan suro
Inti Berita:
• Polres Trenggalek mengerahkan 935 personel gabungan untuk pengamanan Malam 1 Suro dan pengesahan perguruan pencak silat.
• Satu kompi Brimob Polda Jawa Timur turut diterjunkan untuk memperkuat pengamanan.
• Polres Trenggalek menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang melanggar hukum tanpa pandang bulu.

SUARA TRENGGALEK – Polres Trenggalek resmi mengeluarkan peringatan keras kepada oknum pesilat yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Peringatan tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan kegiatan pengesahan yang akan melibatkan organisasi perguruan silat di wilayahnya.

Kepada seluruh perguruan pencak silat juga diminta menjaga komitmen bersama untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi kerawanan dan menyiapkan strategi pengamanan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Ini kita mengerahkan cukup banyak pasukan dan kita betul-betul siap siaga terhadap segala kemungkinan yang terjadi di wilayah Kabupaten Trenggalek,” ujar AKBP Ridwan Maliki, Senin (15/6/2026).

Libatkan 935 Personel dan Brimob Polda Jatim

Untuk mendukung pengamanan, Polres Trenggalek menerjunkan sekitar 935 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, sukarelawan, hingga unsur internal organisasi perguruan pencak silat.

Selain itu, satu kompi Brimob dari Polda Jawa Timur juga didatangkan untuk memperkuat pengamanan di sejumlah titik yang dianggap memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Pada tahun ini akan mengerahkan pasukan dibantu sukarelawan kurang lebih 935 personel gabungan, baik dari Polri, TNI, Dishub, relawan maupun unsur internal organisasi perguruan pencak silat. Selain itu kami juga mendatangkan satu kompi Brimob dari Polda Jatim untuk membantu mengamankan situasi Kamtibmas yang lebih kondusif di Kabupaten Trenggalek,” jelasnya.

Polres Trenggalek Siapkan Penyekatan

AKBP Ridwan mengungkapkan, pihaknya juga akan menerapkan penyekatan di sejumlah titik yang telah dipetakan sebagai lokasi rawan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kedatangan penggembira dari luar wilayah maupun pergerakan massa dari kecamatan menuju pusat Kota Trenggalek.

“Untuk kegiatan penyekatan seluruhnya sudah kita mapping dan kita akan tempatkan di lokasi-lokasi tertentu yang menurut data kita ada kerawanan,” katanya.

Menurutnya, seluruh anggota perguruan silat diharapkan tetap melaksanakan kegiatan di wilayah masing-masing dan tidak melakukan mobilisasi massa ke luar kecamatan.

“Kita berusaha untuk mencegah adanya penggembira baik dari kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek menuju Kota Trenggalek maupun yang dari luar kabupaten,” tegasnya.

Larangan Konvoi dan Mabuk-mabukan

Kapolres juga mengimbau seluruh peserta kegiatan untuk tidak melakukan konvoi, arak-arakan, konsumsi minuman keras, maupun tindakan lain yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Ia mengajak seluruh warga Trenggalek untuk menjaga kerukunan dan menjunjung tinggi persatuan.

“Saya harapkan seluruhnya menyadari bahwa kita harus menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa. Kita ini sama-sama warga Trenggalek, sama-sama putra-putri Trenggalek. Mari kita jaga kerukunan bersama di wilayah hukum Kabupaten Trenggalek,” ujarnya.

Pelanggar Akan Ditindak Tanpa Pandang Bulu

AKBP Ridwan menegaskan aparat kepolisian tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melanggar hukum atau tidak mematuhi aturan selama pelaksanaan pengesahan perguruan pencak silat.

“Apabila ada yang melanggar hukum atau tidak taat aturan pada saat pelaksanaan kegiatan pengesahan tentu akan kami berikan tindakan tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia menambahkan, para ketua dan pimpinan perguruan pencak silat sebelumnya telah bersepakat untuk menjaga keamanan bersama.

Komitmen tersebut diharapkan menjadi pedoman seluruh anggota agar pelaksanaan Malam 1 Suro dan pengesahan perguruan pencak silat di Trenggalek berlangsung aman, tertib, dan kondusif.