Inti Berita:
• Seluruh pimpinan perguruan pencak silat di Trenggalek menandatangani Maklumat Aman Suro untuk menjaga kondusivitas selama bulan Muharram atau Suro.
• Polres Trenggalek menyiapkan 935 personel gabungan untuk mengamankan rangkaian kegiatan Suroan dan Suran Agung.
• Potensi kerawanan yang diantisipasi meliputi konvoi, provokasi media sosial, hingga gesekan antarperguruan silat.
SUARA TRENGGALEK – Sejumlah ketua dan pimpinan perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama bulan Muharram atau yang dikenal sebagai Suroan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Maklumat Aman Suro dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Persiapan dan Kesiapan Pengamanan Suroan dan Suran Agung yang digelar di Mapolres Trenggalek, Kamis (11/6/2026).
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki yang memimpin langsung rapat tersebut menegaskan bahwa bulan Suro merupakan periode dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat, baik dari kalangan perguruan pencak silat maupun umat muslim yang menjalankan berbagai tradisi dan kegiatan keagamaan.
“Kita semua memiliki semangat yang sama untuk senantiasa menjaga dan menjalin sinergitas di antara kita sehingga kegiatan di bulan Suro bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Ridwan.
Menurutnya, pengalaman pelaksanaan Suroan pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pengesahan warga baru perguruan silat, dapat berjalan aman dan tertib.
Namun demikian, sejumlah potensi gangguan tetap perlu diantisipasi bersama.
Pengurus Perguruan Diminta Bertanggung Jawab
Kapolres Trenggalek menekankan pentingnya peran pimpinan dan pengurus perguruan pencak silat dalam mengendalikan mobilitas serta aktivitas anggotanya selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Beberapa kerawanan yang menjadi perhatian antara lain konvoi dan arak-arakan di jalan raya, pengrusakan simbol perguruan lain, provokasi melalui media sosial, hingga potensi gesekan antaranggota perguruan.
“Kita sudah siapkan strategi pengamanan efektif dengan melibatkan 935 personel pengamanan. Kita libatkan juga pengamanan dari internal perguruan pencak silat. Namun demikian tentunya dukungan dari semua pihak sangat diperlukan. Salah satunya adalah konsisten dengan komitmen yang telah ditandatangani bersama,” tegasnya.
Ketua DPRD Harap Suroan Berjalan Aman
Sementara itu, Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi yang turut hadir dalam rakor tersebut menyampaikan apresiasi kepada Polres Trenggalek atas kesiapan pengamanan yang telah dilakukan.
Ia berharap seluruh komunitas dan warga perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek dapat mengedepankan kepentingan masyarakat luas serta menjaga suasana tetap aman dan kondusif selama bulan Suro.
“Harapan kita, semuanya bisa terlaksana dengan aman dan kondusif,” kata Doding.
Dihadiri Berbagai Unsur Forkopimda
Rakor lintas sektoral tersebut juga dihadiri sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait, di antaranya Kasdim 0806/Trenggalek Mayor CPM Nur Yulianto, Kasipidum Kejaksaan Negeri Trenggalek Bambang Wahyu Wardhana, Panitera Pengadilan Negeri Trenggalek Sahwar.
Subdenpom V/1-7 Trenggalek Serma Dwi Santoso, kepala OPD terkait, Ketua IPSI Trenggalek Sigid Agus Hari Basoeki, serta para ketua dan perwakilan perguruan pencak silat se-Kabupaten Trenggalek.
Melalui penandatanganan Maklumat Aman Suro tersebut, seluruh pihak berharap rangkaian kegiatan Suroan dan Suran Agung tahun ini dapat berlangsung tertib, aman, dan tidak menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat.











