KESEHATAN

Bayi Terlantar di Trenggalek Masih Dirawat Intensif, RSUD Lakukan Observasi Selama Tiga Hari

×

Bayi Terlantar di Trenggalek Masih Dirawat Intensif, RSUD Lakukan Observasi Selama Tiga Hari

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Petugas RSUD dr Soedomo Trenggalek saat melakukan perawatan terhadap bayi laki-laki yang di temukan di teras rumah warga beberapa hari lalu.
Inti Berita:
• Bayi laki-laki yang ditemukan terlantar di Desa Banaran, Kecamatan Tugu, masih menjalani observasi selama tiga hari di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
• Kondisinya dilaporkan sehat dan stabil, namun tim medis memastikan terlebih dahulu tidak ada risiko infeksi sebelum penanganan selanjutnya dikoordinasikan bersama Dinsos PPPA Kabupaten Trenggalek.

SUARA TRENGGALEKBayi laki-laki yang ditemukan terlantar di teras rumah kosong di Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Minggu (26/7/2026), hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

Meski dalam kondisi sehat, tim medis masih melakukan observasi intensif selama tiga hari untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan akibat proses persalinan yang diduga tidak dilakukan secara steril.

Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sujiono mengatakan bayi tersebut tiba di rumah sakit sekitar pukul 09.20 WIB setelah dirujuk dari Puskesmas Tugu. Bayi diantar dengan pendampingan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Trenggalek.

“Saat datang ke RSUD, kondisi bayi memang masih kotor. Namun setelah kami lakukan pemeriksaan, kondisi kesehatannya baik dan stabil,” ujar Sujiono, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut memiliki berat badan 3 kilogram dengan panjang badan 48 sentimeter. Saat ini bayi dirawat di Ruang Matahari atau ruang perawatan perinatal RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

“Untuk saat ini bayi masih menjalani observasi di ruang perinatal. Alhamdulillah kondisinya sehat dan baik,” katanya.

Observasi Antisipasi Risiko Infeksi

Menurut Sujiono, masa observasi selama tiga hari diperlukan untuk memastikan tidak ada infeksi maupun gangguan kesehatan lain yang mungkin muncul akibat proses persalinan sebelum bayi ditemukan warga.

“Kami membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk observasi lanjutan. Kami mempertimbangkan kemungkinan proses persalinannya dilakukan dalam kondisi yang kurang bersih, sehingga kondisi bayi harus benar-benar dipastikan sehat,” jelasnya.

Apabila hasil observasi menunjukkan kondisi bayi tetap stabil, RSUD akan berkoordinasi dengan Dinsos PPPA Kabupaten Trenggalek untuk penanganan selanjutnya.

“Setelah masa observasi selesai dan kondisi bayi dinyatakan sehat, selanjutnya akan kami koordinasikan dengan Dinsos PPPA. Biasanya bayi akan dibawa ke Surabaya untuk penanganan lebih lanjut,” pungkas Sujiono.

Polisi Masih Selidiki Pelaku Pembuangan Bayi

Sebelumnya, bayi tersebut ditemukan oleh seorang warga bernama Yatini di teras rumah kosong milik warga yang sedang merantau di Desa Banaran, Kecamatan Tugu.

Saat ditemukan, bayi masih memiliki tali pusar dan dibungkus menggunakan kain jarik.

Kasus pembuangan bayi tersebut saat ini masih dalam penyelidikan Polsek Tugu untuk mengungkap identitas pelaku yang bertanggung jawab.