KESEHATAN

CKG di Trenggalek Diikuti Lebih dari 120 Warga, Dinkes Kejar Target 60 Persen Penduduk

×

CKG di Trenggalek Diikuti Lebih dari 120 Warga, Dinkes Kejar Target 60 Persen Penduduk

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Pelaksanaan kegiatan cek kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan PPKB Trenggalek.
Inti Berita:
• Cakupan CKG di Kabupaten Trenggalek telah mencapai sekitar 50 persen penduduk dengan target 60 persen hingga akhir 2026.
• Tingginya minat masyarakat juga terlihat di Kecamatan Pogalan, ketika jumlah pendaftar mencapai lebih dari 120 orang meski kapasitas yang disiapkan sebanyak 100 peserta.

SUARA TRENGGALEK Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Trenggalek mendapat respons positif dari masyarakat.

Pelaksanaan CKG di Kecamatan Pogalan bahkan diikuti lebih dari 120 warga, melebihi kapasitas yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 100 peserta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, drg Andiek Muarifin, mengatakan cakupan CKG di Trenggalek saat ini telah mencapai sekitar 50 persen dari jumlah penduduk.

“Untuk CKG saat ini sekitar kurang lebih 50 persen,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Ia mengatakan, pemerintah menargetkan cakupan pelaksanaan CKG mencapai 60 persen dari total penduduk Kabupaten Trenggalek hingga akhir 2026.

Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester I Tahun 2026 dari Dispendukcapil Trenggalek, jumlah penduduk Kabupaten Trenggalek mencapai 755.555 jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 379.063 penduduk laki-laki dan 376.492 penduduk perempuan.

“Targetnya adalah 60 persen dari penduduk. Ini kan masih ada waktu untuk bekerja,” jelasnya.

CKG Sasar Semua Kelompok Usia

Menurut drg Andiek, pemeriksaan dalam program CKG menyasar seluruh kelompok usia atau siklus hidup.

Mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa hingga lanjut usia.

“Jadi, mulai ibu hamil dan bayi, balita, remaja, dewasa, dan lansia. Semua. Sekarang ini fokusnya adalah siklus hidup,” ulasnya.

Selain masyarakat umum, pelaksanaan CKG juga menyasar lingkungan pendidikan melalui skrining kesehatan di sekolah.

Dinkes PPKB Trenggalek mulai melakukan skrining di sejumlah sekolah sejak tahun ajaran baru pada Juli 2026.

Namun, pelaksanaannya sempat menyesuaikan dengan berbagai kegiatan selama Agustus.

“Di bulan Juli kemarin, tahun ajaran baru, kita sudah mulai. Beberapa sekolah sudah dilakukan skrining,” ujarnya.

Setelah berbagai kegiatan pada Agustus selesai, skrining akan kembali dilanjutkan ke sekolah yang belum terjangkau.

“Nanti setelah kegiatan selesai, mungkin sekolah-sekolah SD, SMP, SMA yang belum ter-cover akan kita lanjutkan lagi,” imbuhnya.

CKG Terintegrasi Sudah di Tujuh Kecamatan

Dinkes PPKB Trenggalek juga menjalankan CKG terintegrasi dengan pemeriksaan menggunakan peralatan radiologi.

Hingga saat ini, program tersebut telah dilaksanakan di tujuh lokasi yang berada di tujuh kecamatan. Masing-masing kecamatan diambil satu desa sebagai lokasi pemeriksaan terintegrasi.

Sementara pelaksanaan CKG secara umum telah menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari instansi, sekolah hingga kelompok warga.

Dari total 157 desa dan kelurahan di Kabupaten Trenggalek, pelaksanaan CKG terintegrasi masih dilakukan secara bertahap.

Peserta di Pogalan Melebihi Kapasitas

Tingginya respons masyarakat terlihat dalam pelaksanaan CKG di Kecamatan Pogalan.

Dinkes PPKB Trenggalek sebelumnya hanya mengundang sekitar 100 peserta karena menyesuaikan kapasitas peralatan pemeriksaan.

Namun, jumlah warga yang mendaftar mencapai lebih dari 120 orang.

“Target kita sebenarnya kapasitasnya terbatas. Yang kita undang 100, tapi yang daftar saya lihat 120-an,” terang drg Andiek.

Ia menjelaskan jumlah peserta harus disesuaikan dengan kemampuan alat dan kapasitas pelayanan yang tersedia.

“Alatnya tetap ada keterbatasan kapasitas. Target kita 100, tapi di desa ini lebih,” jelasnya.

Menurut drg Andiek, tingginya minat masyarakat menjadi indikator positif terhadap pelaksanaan program CKG.

Program tersebut juga menjadi salah satu langkah untuk mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sejak dini.

Melalui pemeriksaan, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan melakukan tindak lanjut apabila ditemukan faktor risiko penyakit.

Warga Merasa Terbantu

Salah seorang peserta CKG, Satirin, warga RT 15/RW Desa Ngulanwetan, Kecamatan Pogalan, mengaku terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.

Pria berusia 77 tahun itu mengikuti CKG untuk pertama kalinya. Dari pemeriksaan, ia mengetahui beberapa kondisi kesehatannya, mulai dari tekanan darah, berat badan hingga kadar gula darah.

“Tadi juga diperiksa tensi 120, kemudian berat badan 46 kilogram. Kalau dari tes gula 109,” ujar Satirin.

Ia juga menjalani skrining tuberkulosis (TBC). Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan indikasi penyakit.

“Tadi juga dicek skrining TBC, alhamdulillah tidak ada, sehat,” paparnya.

Satirin mengaku sebelumnya hanya memeriksakan kesehatan ketika mengalami keluhan atau merasa tidak enak badan. Pemeriksaan biasanya dilakukan kepada tenaga kesehatan di sekitar tempat tinggalnya.

“Ini baru pertama kali. Sebelumnya periksa kalau tidak sehat atau mumet, ke mantri,” ujarnya.

Ia merasa terbantu dengan adanya program CKG karena masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya.

“Kalau ini cukup terbantu karena gratis,” tutupnya.