Inti Berita:
• Program MENAK SOPAL hasil kolaborasi Pemkab Trenggalek dan Klinik Mata EDC Trenggalek memberikan pemeriksaan mata serta skrining operasi katarak dan pterigium secara gratis.
• Dari sekitar 250 hingga 300 warga yang mendaftar, tersedia kuota operasi untuk 100 orang.
• Selain masyarakat, pelajar juga mendapat pemeriksaan gangguan penglihatan seperti mata minus, plus, dan silinder.
SUARA TRENGGALEK – Ratusan warga mengikuti pemeriksaan mata dan skrining operasi katarak serta pterigium dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Trenggalek ke-832.
Kegiatan yang dikemas melalui program Melayani Masyarakat Dalam Kesehatan dan Sosial yang Terpadu dan Langsung (MENAK SOPAL) tersebut berlangsung di Pendhapa Manggala Praja Nugraha, Kabupaten Trenggalek, Jumat (21/8/2026).
Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan Klinik Mata EDC Trenggalek. Masyarakat yang memiliki diagnosis katarak dan pterigium mendapat kesempatan menjalani operasi mata secara gratis.
Manager Operasional Klinik Mata EDC Trenggalek, Azis Dwi Jayansya, mengatakan kerja sama tersebut telah berlangsung sekitar tiga tahun dan rutin digelar setiap peringatan Hari Jadi Trenggalek.
“Ini kegiatan dari program Pemerintah Kabupaten Trenggalek bekerja sama dengan Klinik Mata EDC Trenggalek. Kolaborasi ini sudah kurang lebih tiga tahun. Setiap tahun kami laksanakan dalam rangka HUT atau Hari Jadi Trenggalek,” terang Azis Dwi Jayansya, Jumat (21/8/2026).
Pendaftar Capai 300 Orang
Menurut Azis, program tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan mata. Selain operasi, pelayanan gratis juga mencakup pemeriksaan dan pengobatan setelah operasi.
“Di sini masyarakat mendapatkan operasi mata gratis, khususnya bagi yang mempunyai diagnosis katarak dan pterigium atau daging tumbuh pada mata,” jelasnya.
Hingga kegiatan berlangsung, jumlah warga yang mendaftar mencapai sekitar 250 hingga 300 orang. Sementara kuota operasi yang disediakan sebanyak 100 orang.
“Yang sudah mendaftar kurang lebih ada 250 sampai 300. Untuk kuota operasi, kami menyediakan 100,” ungkapnya.
Azis menjelaskan, katarak umumnya ditandai dengan penglihatan yang kabur akibat lensa mata menjadi keruh. Dalam tindakan operasi, lensa yang keruh tersebut diambil dan diganti dengan lensa buatan.
“Kalau katarak itu biasanya kabur pada mata sehingga lensa matanya keruh. Nanti dioperasi, yang keruh pada lensa matanya diambil kemudian ditanam dengan lensa buatan,” ulasnya.
Warga Kurang Mampu Wajib Lengkapi Persyaratan
Pemeriksaan yang dilakukan dalam kegiatan tersebut merupakan tahap skrining untuk menentukan peserta yang memenuhi syarat menjalani operasi.
Bagi masyarakat kurang mampu yang dinyatakan lolos skrining, peserta perlu melengkapi persyaratan berupa surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan setempat.
“Jadi hari ini pemeriksaan skrining untuk kelolosan. Bagi masyarakat tidak mampu, sasarannya nanti dengan membuktikan surat keterangan tidak mampu yang bisa diurus di desa atau kelurahan setempat,” imbuhnya.
Pelajar Juga Ikut Pemeriksaan Mata
Selain masyarakat dengan keluhan katarak dan pterigium, kegiatan tersebut juga melibatkan pelajar di Kabupaten Trenggalek.
Para siswa menjalani pemeriksaan untuk mengetahui gangguan penglihatan nonkatarak, seperti mata minus, plus, dan silinder.
Salah satu siswa SMPN 1 Trenggalek, Muhammad Fauzi Al Akbar, turut menjalani pemeriksaan mata. Dari pemeriksaan tersebut, ia diketahui mengalami mata minus dengan ukuran 2,25.
“Hasil pemeriksaan baik. Keluhannya minus mata, belum pakai kacamata. Kalau rekomendasi dikasih kupon nanti ke EDC dan diberikan kacamata,” ujar Fauzi.











