PERISTIWA

Anggota Polres Trenggalek Pemegang Senpi Ikuti Ujian Psikologi

×

Anggota Polres Trenggalek Pemegang Senpi Ikuti Ujian Psikologi

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Anggota Polres Trenggalek saat mengikuti ujian psikologi.
Inti Berita:
• Polres Trenggalek bersama Biro SDM Polda Jatim menggelar mapping psikologi yang diikuti 136 personel.
• Kegiatan ini tidak hanya menjadi salah satu indikator kelayakan bagi anggota pemegang senpi, tetapi juga digunakan untuk memetakan mental kepribadian, minat, bakat, dan kompetensi personel serta mendukung pengembangan karier dan pertimbangan penempatan anggota.

SUARA TRENGGALEKPolres Trenggalek bersama Biro SDM Polda Jatim menggelar mapping psikologi bagi personel, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memastikan kelayakan personel, termasuk bagi anggota yang memegang senjata api (senpi) dinas.

Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya mengatakan, tidak semua anggota Polri dapat memegang senpi dengan mudah.

Setiap personel harus melalui rangkaian tes dan uji kelayakan, baik dari aspek administrasi, tugas yang diemban, maupun tes psikologi.

Tes psikologi bagi pemegang senpi juga rutin dilakukan minimal satu kali dalam setahun.

“Bagi pemegang Senpi, tes psikologi digunakan sebagai salah satu indikator kelayakan dari aspek mental kepribadian. Jika dinyatakan lulus dengan nilai standar yang ditentukan, personel akan diperkenankan membawa Senpi, tentunya dengan tetap mendapat pengawasan ketat. Sebaliknya, jika dinyatakan tidak lulus maka Senpi akan ditarik atau digudangkan,” ungkapnya.

Pemetaan Mental dan Kepribadian Personel

Selain menjadi salah satu indikator kelayakan pemegang senpi, mapping psikologi juga bertujuan memberikan pembekalan kesehatan mental psikologis, memetakan kondisi psikologi, serta menyediakan konseling bagi anggota Polri.

Kegiatan tersebut menyasar personel Polres Trenggalek yang memiliki persoalan, baik dalam keluarga maupun kedinasan.

Pelaksanaan mapping psikologi digelar di kampus STKIP PGRI Trenggalek. Sedikitnya 136 personel dari Polres dan Polsek jajaran mengikuti kegiatan tersebut.

Peserta terdiri dari pemegang senpi dinas, konselor, serta anggota yang akan mengikuti pendidikan pengembangan (Dikbang) maupun sekolah karier seperti Sekolah Inspektur Polisi (SIP) dan Pendidikan Alih Golongan (PAG).

Persiapan Pengembangan Karier

Menurut Kapolres, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana latihan bagi anggota yang telah memenuhi syarat dan berkeinginan meningkatkan karier dari jenjang Bintara ke Perwira.

“Sekaligus sebagai sarana latihan bagi anggota yang telah memenuhi syarat dan berkeinginan meningkatkan karir dari jenjang Bintara ke Perwira melalui Sekolah Inspektur Polisi (SIP) atau Pendidikan Alih Golongan (PAG) dan bagi Perwira digunakan sebagai persiapan untuk menghadapi asistensi jabatan tertentu dimana didalam proses seleksinya juga terdapat tes psikologi yang sama,” imbuhnya.

Dari proses pemetaan tersebut, nantinya akan diketahui secara lebih detail mengenai mental kepribadian, kejiwaan, minat, bakat, hingga kompetensi masing-masing personel.

Hasil mapping tersebut kemudian digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam penempatan personel, selain rekam jejak (track record) dan merit system.