Inti Berita :
• Kejuaraan Terbuka Bupati Cup Pencak Silat Trenggalek 2026 diikuti sekitar 550 atlet dari 30 kontingen, termasuk peserta dari Kediri, Tulungagung, dan Blitar.
• Selain menjadi ajang pembinaan atlet, sertifikat kejuaraan juga dapat dimanfaatkan untuk jalur prestasi masuk sekolah.
• IPSI menargetkan turnamen ini menjadi agenda tahunan sekaligus barometer pencak silat di Jawa Timur.
SUARA TRENGGALEK – Sebanyak 550 atlet pencak silat dari 30 kontingen memperebutkan piala dalam Kejuaraan Terbuka Bupati Cup Pencak Silat Trenggalek 2026 yang digelar di GOR Gajah Putih, Kabupaten Trenggalek.
Kejuaraan bergengsi yang berlangsung selama dua hari ini bakal menjadi agenda rutin tahunan sekaligus barometer pembinaan pencak silat di Jawa Timur.
Dalam pelaksaan pembukaan kejuaraan Pencak Silat tersebut dihadiri Pj Sekda Trenggalek, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, serta seluruh pimpinan perguruan yang tergabung dalam IPSI.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengapresiasi antusiasme peserta dan penyelenggara yang kembali menggelar turnamen setelah vakum cukup lama.
Menurutnya, pencak silat merupakan warisan budaya yang harus terus dilestarikan melalui kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas.
“Kami memberikan apresiasi kepada rekan-rekan IPSI yang menyelenggarakan kegiatan Bupati Cup Pencak Silat Terbuka tahun 2026 ini. Diharapkan menjadi warisan budaya yang harus kita lestarikan dan menjadi tonggak bagi para atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek, lanjut Triadi berkomitmen mendukung pembinaan atlet pencak silat bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
“Tentunya pembinaan akan terus dilaksanakan bersama dengan komitmen melalui wadah IPSI,” katanya.

Diikuti Peserta dari Berbagai Daerah
Ketua Panitia Pelaksana Bupati Cup Pencak Silat, Feri Bagus Setiawan mengatakan kejuaraan tahun ini diikuti sekitar 550 peserta yang berasal dari 30 kontingen.
Selain kontingen tuan rumah, kejuaraan juga diikuti atlet dari berbagai daerah seperti Kabupaten Kediri, Tulungagung, dan Blitar.
“Syukur alhamdulillah peserta kurang lebih 550 orang yang terdiri dari 30 kontingen. Dari luar daerah ada peserta dari Kediri, Tulungagung dan Blitar,” jelas Bagus.
Kejuaraan dijadwalkan berlangsung selama dua hari. “Insyaallah berlangsung dua hari, hari ini dan besok,” ujarnya.

Sertifikat Juara Bisa Jadi Jalur Prestasi
Bagus juga menjelaskan, panitia bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sehingga sertifikat kejuaraan dapat dimanfaatkan sebagai rekomendasi masuk sekolah melalui jalur prestasi pencak silat.
“Insyaallah sertifikat kejuaraan nanti bisa digunakan sebagai rekomendasi masuk sekolah melalui jalur prestasi pencak silat,” katanya.
Selain itu, diimbuhkan Bagus, dalam pelaksaan kali ini panitia juga menyiapkan total uang pembinaan sebesar Rp 10 juta yang akan diberikan kepada para juara.

Ditargetkan Jadi Barometer Pencak Silat
Menurut Bagus yang juga menjabat sebagai Sekretaris IPSI Trenggalek bahwa Bupati Cup Pencak Silat baru pertama kali kembali digelar setelah sekitar satu dekade vakum.
Karena itu, IPSI Trenggalek berharap kejuaraan ini dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan dengan cakupan peserta yang semakin luas.
“Kurang lebih 10 tahun yang lalu baru terselenggara lagi di tahun 2026 ini. Kami berharap event ini bisa menjadi agenda tahunan dan menjadi barometer pencak silat di Jawa Timur, bahkan nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh perguruan pencak silat yang tergabung dalam IPSI Kabupaten Trenggalek turut mengirimkan atlet pada kejuaraan kali ini.
“Semua perguruan yang tergabung di IPSI Kabupaten Trenggalek, sebanyak 10 perguruan aktif, mengirimkan atlet pada kejuaraan ini,” pungkasnya.











