BUDAYA

Sendang Kamulyan Trenggalek Simpan Misteri Struktur Bata Diduga Sistem Tata Air Kuno

×

Sendang Kamulyan Trenggalek Simpan Misteri Struktur Bata Diduga Sistem Tata Air Kuno

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Temuan sistem pengelolaan air kuno di lokasi sendang Kamulyan Trenggalek.
Inti Berita:
Warga Desa Kamulan menemukan struktur bata saat kerja bakti membersihkan Sendang Kamulyan.
Struktur berbentuk mendekati persegi dengan ukuran 86 cm x 78 cm dan kedalaman sekitar 84 cm.
Disparbud Trenggalek menduga temuan tersebut merupakan bagian dari sistem pengelolaan air masa lampau.

SUARA TRENGGALEK – Temuan struktur bata yang diduga memiliki kaitan dengan sistem pengelolaan air masa lampau ditemukan warga Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.

Struktur tersebut ditemukan secara tidak sengaja saat kegiatan kerja bakti membersihkan embung yang dikenal sebagai Sendang Kamulyan.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek.

Menindaklanjuti laporan itu, tim Bidang Kebudayaan Disparbud bersama Komunitas Pegiat Sejarah Trenggalek (PESAT) melakukan peninjauan lapangan pada Senin (15/6/2026).

Pamong Budaya Bidang Kebudayaan Disparbud Trenggalek, Heru Dwi Susanto, mengatakan struktur itu ditemukan saat pemerintah desa dan masyarakat melakukan pembersihan embung.

“Temuan tersebut ditemukan saat Pemerintah Desa Kamulan bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti pembersihan embung yang selama ini dikenal sebagai Sendang Kamulyan,” kata Heru.

Hasil pengamatan awal menunjukkan struktur tersebut tersusun dari bata dengan bentuk mendekati persegi.

“Pada lokasi tersebut ditemukan struktur berbahan bata dengan bentuk mendekati persegi, berukuran panjang 86 sentimeter, lebar 78 sentimeter, dan kedalaman sekitar 84 sentimeter,” ujarnya.

Selain itu, tim juga menemukan adanya saluran di bagian dalam struktur yang mengarah ke sisi timur.

“Di bagian dalam struktur juga ditemukan lubang saluran yang mengarah ke sisi timur,” imbuhnya.

Diduga Bagian Sistem Tata Air

Berdasarkan karakteristik fisiknya, struktur tersebut diduga merupakan bagian dari sistem tata air yang pernah digunakan pada masa lalu.

“Struktur tersebut memiliki karakteristik yang menyerupai bak kontrol atau bagian dari sistem pengelolaan air,” jelas Heru.

Meski demikian, pihak Disparbud belum dapat memastikan fungsi, usia maupun konteks kesejarahan dari temuan tersebut.

Menurutnya, diperlukan penelitian lanjutan untuk memperoleh kesimpulan yang lebih akurat.

“Fungsi, usia, serta konteks kesejarahannya masih memerlukan penelitian dan kajian lebih lanjut sehingga belum dapat ditarik kesimpulan mengenai status maupun periodisasinya,” tegasnya.

Saat ini, hasil peninjauan lapangan masih sebatas pengumpulan data awal sebagai bahan identifikasi.

“Hasil peninjauan lapangan dan dokumentasi awal selanjutnya akan menjadi bahan koordinasi serta kajian lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai asal-usul, fungsi, dan nilai penting temuan tersebut,” katanya.

Peran Warga Dinilai Penting

Disparbud Trenggalek mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Desa Kamulan dan masyarakat yang segera melaporkan temuan tersebut kepada instansi terkait.

“Pelaporan dan penanganan awal secara tepat merupakan bagian penting dalam upaya pelindungan objek yang diduga memiliki nilai sejarah dan budaya,” ujar Heru.

Menurutnya, temuan di kawasan Sendang Kamulyan menjadi bukti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga potensi warisan budaya yang berada di lingkungan sekitar.

“Temuan ini sekaligus menunjukkan pentingnya peran aktif masyarakat dan pemerintah desa dalam menjaga serta melaporkan potensi tinggalan budaya yang ditemukan di wilayahnya sehingga dapat diteliti dan dilestarikan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.