Inti Berita:
• Wapres Gibran tinjau Bendungan Bagong dan Tugu di Trenggalek
• Pembebasan lahan jadi kendala utama, tapi tinggal sekitar 2%
• Progres pembangunan Bendungan Bagong sudah 60%
• Target selesai 2029, tapi berpotensi dipercepat
SUARA TRENGGALEK – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, termasuk Kabupaten Trenggalek, dengan meninjau sejumlah proyek strategis, Kamis (30/4/2026).
Dalam agenda tersebut, Gibran bersama Raffi Ahmad dan Emil Dardak meninjau progres pembangunan Bendungan Tugu serta Bendungan Bagong.
Dalam dialog dengan kepala desa di lokasi Bendungan Bagong, Wapres menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan persoalan pembebasan lahan yang masih menjadi kendala utama proyek.
“Masalah yang ada di sini terkait pembebasan lahan, nanti kita akan carikan solusi terbaiknya,” ujar Gibran.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Senna Ananggadipa Adhitama, menyampaikan bahwa progres pembangunan bendungan saat ini telah mencapai sekitar 60 persen.
“Target penyelesaian direncanakan pada 2029, menyesuaikan dengan kondisi anggaran. Namun, jika memungkinkan, akan kami percepat,” jelasnya.
Ia mengungkapkan total anggaran proyek Bendungan Bagong diperkirakan mencapai Rp 2,1 triliun, dengan tambahan kebutuhan sekitar Rp 600 miliar untuk pekerjaan lanjutan.
Sementara itu, proses pembebasan lahan hampir rampung dengan sisa sekitar 2 persen, yang sebagian besar berada di tanah kas desa (TKD) dan lahan wakaf.
Bendungan ini dirancang memiliki kapasitas tampung sekitar 17 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 200 hektare.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pembangunan timbunan utama dan spillway yang ditargetkan selesai tahun depan.
Senna menambahkan, proyek Bendungan Bagong sebenarnya telah dikontrak sejak 2018, namun baru bisa dimulai secara fisik pada 2021–2022 akibat kendala pembebasan lahan.
Meski demikian, proyek ini tetap masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan terus dilanjutkan hingga tuntas.
Sementara itu, perwakilan kepala desa, Puryono, yang juga Kepala Desa Karangturi, Kecamatan Munjungan, menyampaikan dukungan terhadap proyek tersebut sekaligus berharap pemerintah turut memperhatikan pembangunan desa.
“Desa sangat mendukung program strategis nasional. Kami berharap pembangunan ini segera selesai dan desa juga mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Trenggalek, terutama yang berdampak langsung pada sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat.











