KESEHATAN

Harga Bahan Medis Habis Pakai dari Plastik Naik, Direktur RSUD Trenggalek: Obat Generik Stabil

×

Harga Bahan Medis Habis Pakai dari Plastik Naik, Direktur RSUD Trenggalek: Obat Generik Stabil

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr. Saeroni saat menyampaikan kenaikan harga bahan medis habis pakai.
Inti Berita:
• Obat generik di RSUD dr Soedomo Trenggalek tidak mengalami kenaikan harga.
• Yang naik adalah bahan medis habis pakai (infus, masker, nebulizer, dll).
• Kenaikan berkisar 5–10 persen
• Pelayanan rumah sakit tetap berjalan normal

SUARA TRENGGALEK – Bahan medis habis pakai (BMHP) yang berbahan plastik mengalami kenaikan 2 hingga 10 persen. Namun untuk harga obat generik untuk pasien masih tercatat stabil.

Kenaikan tersebut diperkirakan karena elemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan bahan baku obat yang masih mengandalkan impor berimbas pada penyesuaian harga di tingkat apotek.

Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, Saeroni, memastikan hingga saat ini harga obat-obatan generik di rumah sakit masih belum mengalami kenaikan.

Namun, sejumlah bahan medis habis pakai tercatat mengalami peningkatan harga sekitar 5 hingga 10 persen.

Saeroni menjelaskan, kenaikan harga tersebut terjadi pada item penunjang medis, bukan pada obat utama yang digunakan pasien.

“Untuk obat sampai dengan saat ini untuk obat-obat generik ini masih belum ada kenaikan. Yang ada kenaikan adalah bahan habis pakai seperti yang berbahan plastik, misalnya untuk injeksi, infus, masker untuk gangguan saluran pernapasan, nebulizer itu yang mengalami peningkatan,” ujar Saeroni, Senin (15/6/2026).

Pelayanan Tetap Berjalan Normal

Meski ada kenaikan pada sebagian bahan medis, Saeroni menegaskan bahwa pelayanan kesehatan di RSUD dr Soedomo tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Ia menyebut sebagian besar pasien yang datang ke rumah sakit masih didominasi oleh penderita penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi, yang pengobatannya masih menggunakan obat generik.

“Untuk pelayanan ini masih belum ada kendala. Kasus terbanyak yang berkunjung adalah penyakit diabetes, hipertensi, yang masih menggunakan obat generik yang belum mengalami peningkatan,” jelasnya.

Bahan Plastik Banyak Digunakan untuk Tindakan Medis

Saeroni juga menjelaskan bahwa bahan habis pakai berbahan plastik umumnya digunakan untuk kebutuhan tindakan medis seperti infus, injeksi, hingga alat bantu pernapasan.

“Misalnya untuk penyakit saluran pernapasan, alat-alat infus, itu membutuhkan bahan habis pakai dari plastik,” katanya.

Kenaikan Mengacu Regulasi Kesehatan

Terkait pengadaan obat dan kebutuhan medis, RSUD dr Soedomo tetap mengacu pada formularium rumah sakit dan formularium nasional yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

“Operasional rumah sakit tetap mengacu pada formularium yang ada di rumah sakit dan formularium nasional dari Kementerian Kesehatan,” tambahnya.

Kenaikan Tercatat 5–10 Persen

Menurut Saeroni, kenaikan harga bahan habis pakai tersebut berada pada kisaran 5 hingga 10 persen, dengan variasi ada yang naik sekitar 2 hingga 5 persen.

“Kenaikannya kurang lebih sekitar 5 sampai 10 persen, ada yang 2 persen, ada yang 5 persen,” pungkasnya.