Inti Berita:
• Pengusaha muda Trenggalek Feri Bagus Setiawan mengurbankan sapi berbobot 1 ton.
• Sapi kurban bernama Bruno disembelih di RPH Trenggalek.
• Daging dibagikan kepada 200 karyawan dan 200 warga sekitar.
SUARA TRENGGALEK – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026 dimanfaatkan umat muslim untuk berbagi melalui ibadah kurban.
Salah satunya dilakukan oleh pengusaha muda asal Kabupaten Trenggalek yang bergerak di bidang Digital Printing dan Percetakan yakni Feri Bagus Setiawan.
Owner Fighter Corporation itu mengurbankan seekor sapi raksasa berbobot sekitar 1 ton yang disembelih di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Trenggalek.
Kepada awak media Bagus biasa disapa mengatakan, kegiatan kurban tersebut menjadi agenda rutin keluarga besar Fighter Corporation setiap tahun.
“Alhamdulillah, setiap tahun saya bisa terus berbagi dengan cara berkurban,” ujar Bagus, Kamis (28/5/2026).
Ia juga menjelaskan, sapi kurban yang disembelih tahun ini memiliki bobot sekitar 1 ton dan diberi nama Bruno oleh pemilik sebelumnya.
“Memang agenda rutin dari keluarga besar Fighter Corporation, hari ini bisa menyembelih sapi yang beratnya kurang lebih 1 ton. Sama pemiliknya dikasih nama Bruno,” katanya.
Disampaikan Bagus, daging kurban tersebut nantinya akan dibagikan kepada seluruh karyawan yang bekerja di Fighter Corporation dan masyarakat sekitar.
“Yang utamanya karyawan kita dulu dan masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Bagus menyebut, total terdapat sekitar 200 karyawan Fighter Corporation yang menerima pembagian daging kurban.
Selain itu, sekitar 200 warga di lingkungan sekitar juga turut mendapatkan daging kurban.
“Total kita 200 karyawan. Untuk masyarakat sekitar 200,” jelasnya.
Ia memilih melakukan penyembelihan di Rumah Pemotongan Hewan karena ukuran sapi yang cukup besar sehingga membutuhkan fasilitas khusus.
“Karena memang kapasitas sapinya besar. Jadi harus di RPH,” ungkapnya.
Diimbuhkannya, sebelum disembelih, sapi kurban tersebut juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan penimbangan untuk memastikan kondisi hewan dalam keadaan sehat dan layak dikurbankan.
“Sudah semua, sudah ditimbang, sudah dicek kesehatan,” tandasnya.
Bagus menambahkan, sapi untuk hewan kurban tersebut didatangkan dari wilayah Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.











