PERISTIWA

Opsen PKB Jadi Penyumbang PAD Terbesar Trenggalek, BPKPD Siapkan Hadiah untuk Wajib Pajak Taat

×

Opsen PKB Jadi Penyumbang PAD Terbesar Trenggalek, BPKPD Siapkan Hadiah untuk Wajib Pajak Taat

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala BPKPD Trenggalek, Edi Santoso saat menyampaikan realisasi PAD kuartal I 2026.
Inti Berita:
• Opsen PKB menjadi penyumbang terbesar PAD Kabupaten Trenggalek dengan realisasi Rp9,7 miliar atau 21,5 persen dari target pada triwulan pertama 2026.
• Untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, BPKPD bersama Samsat menggencarkan sosialisasi, operasi gabungan, layanan pembayaran di tempat, serta menyiapkan program hadiah bagi masyarakat yang taat membayar pajak kendaraan bermotor.

SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus menggenjot penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang menjadi penyumbang terbesar pajak daerah.

Berbagai langkah dilakukan bersama Samsat, mulai dari sosialisasi, edukasi, operasi gabungan di lapangan hingga menyiapkan program apresiasi bagi masyarakat yang taat membayar pajak.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Trenggalek, Edi Santoso, mengatakan peningkatan kepatuhan wajib pajak kendaraan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Untuk opsen PKB ini memang kami rutin melakukan kegiatan kolaborasi dengan Samsat dan stakeholder terkait, baik melalui sosialisasi, edukasi maupun tindakan di lapangan,” ujar Edi.

Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan yakni operasi pemeriksaan kendaraan secara sampling di jalan raya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa kelengkapan surat kendaraan sekaligus memfasilitasi masyarakat yang memiliki tunggakan pajak untuk langsung melakukan pelunasan di lokasi.

“Kami melakukan pengecekan surat-surat kendaraan. Bagi pengendara yang pajaknya terlambat, langsung kami fasilitasi pembayaran di tempat,” jelasnya.

Selain itu, BPKPD juga tengah menyiapkan program penghargaan bagi masyarakat yang disiplin membayar pajak kendaraan bermotor bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek pada Agustus mendatang.

“Masih dalam tahap finalisasi, tetapi rencananya akan ada hadiah bagi masyarakat yang tertib membayar PKB maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB),” katanya.

Ia menjelaskan jumlah hadiah masih disesuaikan dengan komposisi kepatuhan wajib pajak pada masing-masing jenis pajak.

“Nanti kalau ternyata wajib pajak Opsen PKB yang paling banyak, komposisi jumlah kendaraan yang menjadi hadiah juga bisa berbeda,” imbuhnya.

Realisasi PAD Capai 17,34 Persen

Edi juga memaparkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Trenggalek hingga akhir triwulan pertama 2026.

Dari target PAD sebesar sekitar Rp370 miliar, realisasi hingga triwulan pertama telah mencapai sekitar Rp64 miliar atau 17,34 persen.

“Ini masih sesuai dengan guidance karena capaian triwulan pertama secara umum berada di kisaran 15 persen,” jelasnya.

Lima Penyumbang Pajak Terbesar

BPKPD mencatat terdapat lima sektor pajak daerah yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PAD Kabupaten Trenggalek.

Urutan pertama ditempati Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), disusul Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Barang dan Jasa Tertentu sektor kelistrikan atau Pajak Penerangan Jalan (PJU), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

“Yang tertinggi memang Opsen PKB. Targetnya Rp45,2 miliar dan pada triwulan pertama sudah terealisasi Rp9,7 miliar atau sekitar 21,5 persen,” ungkap Edi.

Sementara itu, capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih relatif rendah pada triwulan pertama karena pola pemungutannya baru dioptimalkan pada triwulan kedua hingga akhir tahun.

“Untuk PBB memang secara timing baru digerakkan pada triwulan dua, tiga, dan empat,” pungkasnya.