Inti Berita:
• BPS Kabupaten Trenggalek menerjunkan 1.112 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 guna memetakan potensi ekonomi di setiap wilayah.
• Pendataan mencakup sektor usaha konvensional hingga ekonomi digital seperti online shop dan konten kreator.
• Masyarakat diminta memberikan data secara jujur karena sensus ini tidak berkaitan dengan penarikan pajak.
SUARA TRENGGALEK – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek mengerahkan 1.112 petugas untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Pendataan tersebut bertujuan memetakan potensi ekonomi setiap wilayah sekaligus menghasilkan basis data yang lebih akurat sebagai bahan perencanaan pembangunan.
Kepala BPS Kabupaten Trenggalek, Abu Amar, mengatakan sensus ekonomi akan menggambarkan karakteristik dan potensi ekonomi di masing-masing wilayah.
“Jadi tujuan sensus ekonomi ini tentu kita akan memperbaiki data-data dan mengetahui wilayah potensi ekonomi yang ada. Jadi misalnya di wilayah A ternyata potensinya ekonomi di sektor ini, di wilayah B beda lagi. Jadi wilayah-wilayah secara potensi itu yang nanti tergambarkan dari hasil sensus ekonomi,” ujar Abu Amar.
Libatkan 1.112 Petugas
Sebanyak 1.112 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.
Setiap petugas mendapat wilayah kerja berdasarkan Satuan Lingkungan Setempat (SLS) atau tingkat RT sehingga tidak terjadi pendataan ganda maupun objek yang terlewat.
“Kalau total kita sekitar 1.112. Itu yang kita kerahkan ke lapangan seluruh wilayah di Trenggalek,” katanya.
Menurut Abu Amar, masa kontrak petugas berlangsung sekitar dua setengah bulan, mulai pertengahan Juni hingga Agustus 2026.
“Kontraknya dari jadwal kita itu 15 Juni sampai Agustus, berarti sekitar dua setengah bulan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap petugas ditargetkan mendata sekitar 12 kepala keluarga (KK) per hari atau sekitar 400 KK selama masa pendataan.
Tak Hanya Usaha, Pertanian Juga Didata
Abu Amar menjelaskan cakupan Sensus Ekonomi 2026 lebih luas dibanding sebelumnya. Pendataan tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga seluruh aktivitas ekonomi rumah tangga, termasuk sektor pertanian.
“Untuk sensus ekonomi kali ini memang lebih lengkap cakupannya karena tidak hanya usaha. Semua kegiatan termasuk pertanian pun dicakup,” ungkapnya.
Petugas akan mengumpulkan berbagai informasi ekonomi, mulai dari jenis usaha, produksi, biaya produksi, pendapatan, aset hingga omzet.
“Semua itu akan didata dan merujuk pada hasil kumulatif di akhir nanti untuk menunjukkan nilai atau geliat perekonomian terutama di Kabupaten Trenggalek,” imbuhnya.
Ekonomi Digital Masuk Pendataan
BPS juga mulai memasukkan sektor ekonomi digital dalam pendataan. Aktivitas seperti toko daring (online shop), digital marketing, konten kreator, hingga YouTuber akan menjadi bagian dari Sensus Ekonomi 2026.
“Dulu masih sektor-sektor ekonomi konvensional seperti perdagangan, konstruksi, jasa. Nah, sekarang sudah menyasar sektor ekonomi digital, seperti online shop, digital marketing, konten kreator, YouTuber. Itu nanti akan kita jaring dan akan berdampak pada perekonomian terutama di Kabupaten Trenggalek,” terang Abu Amar.
Digelar Setiap 10 Tahun
Abu Amar menjelaskan, berdasarkan amanat undang-undang, BPS melaksanakan tiga jenis sensus secara berkala.
Sensus Penduduk dilaksanakan setiap tahun berakhiran angka nol, Sensus Pertanian setiap tahun berakhiran angka tiga, sedangkan Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap tahun yang berakhiran angka enam.
“Jadi BPS secara undang-undang ditugaskan menjalankan tiga sensus. Tahun berakhiran angka enam itu sensus ekonomi, tahun berakhiran angka nol sensus penduduk, sedangkan tahun berakhiran angka tiga sensus pertanian,” jelasnya.
Masyarakat Diminta Memberikan Data yang Benar
BPS mengimbau masyarakat tidak khawatir saat didatangi petugas sensus. Abu Amar menegaskan pendataan tersebut tidak berkaitan dengan penarikan pajak.
“Saya berharap untuk semua masyarakat jangan khawatir karena ini tidak ada kaitannya dengan pajak dan mohon jawaban-jawaban yang disampaikan kepada petugas kami diberikan dengan sebenar-benarnya,” pungkasnya.











