PENDIDIKAN

Kualitas Jadi Daya Tarik, SD Inovatif Trenggalek Catat Pendaftaran Siswa Tembus Hingga 2030

×

Kualitas Jadi Daya Tarik, SD Inovatif Trenggalek Catat Pendaftaran Siswa Tembus Hingga 2030

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala SD Inovatif Trenggalek, Ikhsan Nur Wahyudi saat menyampaikan tingginya minat orang tua untuk sekolah di SD Inovatif.
Inti Berita:
• SD Inovatif Trenggalek mencatat tingginya minat masyarakat hingga pendaftaran calon siswa telah dibuka sampai tahun 2030.
• Pihak sekolah menilai tingginya animo tersebut didorong oleh kualitas pendidikan, pelayanan kepada orang tua, prestasi akademik, serta penanaman karakter Islami.
• Selain itu, sekolah juga mewajibkan guru melaporkan perkembangan setiap siswa secara berkala dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

SUARA TRENGGALEK – SD Muhammadiyah 1 Trenggalek atau yang biasa dikenal SD Inovatif Trenggalek mencatat tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya.

Bahkan, sekolah tersebut telah menerima pendaftaran atau inden calon siswa baru hingga tahun ajaran 2030.

Kepala SD Inovatif Trenggalek, Ikhsan Nur Wahyudi mengatakan tingginya animo masyarakat merupakan hasil evaluasi dan peningkatan kualitas pendidikan dan layanan yang terus dilakukan sekolah selama beberapa tahun terakhir.

“Saya berterima kasih kepada seluruh guru, karyawan, dan stakeholder sekolah yang sudah bekerja keras membangun sekolah ini menjadi lebih baik. Kita selalu melakukan evaluasi dan dampaknya terlihat pada PPDB,” ujar Ikhsan, Sabtu (11/6/2026).

Menurutnya, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027, SD Inovatif Trenggalek membuka empat rombongan belajar (rombel). Sementara itu, pendaftaran untuk tahun-tahun berikutnya juga terus berdatangan.

“Bahkan tahun depan sampai tahun 2030 itu sudah ada yang inden. Tahun depan sudah sekitar 60-an pendaftar, sementara kuota maksimal 100 siswa. Tahun-tahun berikutnya juga sudah ada yang mendaftar dan terus bertambah,” jelasnya.

Pendaftaran Langsung Melalui Tim PPDB

Ikhsan menjelaskan calon orang tua siswa melakukan komunikasi langsung dengan tim PPDB sekolah sebelum melakukan pendaftaran.

“Mereka komunikasi ke bagian PPDB atau SPMB melalui kontak yang tersedia, kemudian langsung mendaftar,” katanya.

Kualitas Pendidikan dan Layanan Jadi Daya Tarik

Di tengah banyaknya sekolah yang menawarkan pendidikan gratis, Ikhsan menilai masyarakat tetap memilih SD Inovatif karena kualitas pendidikan dan pelayanan yang diberikan.

Menurutnya, biaya pendidikan yang dibayarkan orang tua harus sebanding dengan layanan yang diterima.

“Kualitas dan layanan. Kita memang berbayar, berarti layanan harus sesuai dengan apa yang dibayarkan. Mulai fasilitas kelas, fasilitas sekolah, keramahan guru, hingga komunikasi dengan wali murid itu sangat penting,” ujarnya.

Selain pelayanan, berbagai prestasi akademik dan nonakademik juga menjadi daya tarik sekolah.

“Alhamdulillah, hasil TKA kemarin menjadi yang terbaik di Kabupaten Trenggalek. Kemudian ada prestasi-prestasi tingkat nasional yang sudah kami raih beberapa tahun terakhir,” ungkap Ikhsan.

Ia menambahkan, pendidikan karakter tetap menjadi prioritas utama sekolah.

“Yang paling penting adalah penanaman karakter. Berbakti kepada orang tua, sopan santun, itu sangat kami tegakkan di sini. Harapannya alumni SD Muhammadiyah benar-benar memiliki karakter Islami,” katanya.

Guru Wajib Melaporkan Perkembangan Siswa

Selain mengedepankan kualitas pembelajaran, SD Inovatif juga mewajibkan seluruh guru memantau perkembangan setiap siswa dan menyampaikannya kepada orang tua secara berkala.

Menurut Ikhsan, komunikasi dengan wali murid tidak hanya dilakukan saat pembagian rapor, tetapi dapat dilakukan kapan saja.

“Guru diwajibkan melaporkan perkembangan anak kepada wali murid. Tidak hanya saat pembagian rapor. Kapan pun orang tua ingin mengetahui perkembangan anaknya, silakan datang ke sekolah untuk berkomunikasi,” jelasnya.

Ia menegaskan setiap perkembangan siswa harus didukung dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau orang tua bertanya anak saya sudah bisa apa, kami harus menunjukkan datanya. Misalnya sudah bisa mengaji, ya harus ada datanya. Kami siap seperti itu,” ujarnya.

Tak hanya itu, seluruh guru dan tenaga kependidikan juga diwajibkan menerapkan budaya pelayanan yang ramah kepada setiap tamu maupun wali murid.

“Semuanya harus senyum, sapa, salam. Ada tamu datang harus disapa,” pungkas Ikhsan.