PERISTIWA

Pengguna Jalan di Trenggalek Was-was, Warung di Jalan Brigjen Soetran Gerogoti Bahu Jalan

×

Pengguna Jalan di Trenggalek Was-was, Warung di Jalan Brigjen Soetran Gerogoti Bahu Jalan

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Terlihat cone untuk pembatas parkir dan pembatas kursi pengunjung berada di bahu jangan yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Inti Berita:
• Keberadaan warung yang memanfaatkan bahu jalan di Jalan Brigjen Soetran Trenggalek mulai dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan lalu lintas.
• Menanggapi hal tersebut, Satpol PP memastikan akan melakukan penertiban secara persuasif dengan mengedepankan pembinaan dan sosialisasi.

SUARA TRENGGALEK – Menjamurnya warung dan kafe di sepanjang Jalan Brigjen Soetran, Kabupaten Trenggalek, mulai memunculkan keluhan dari masyarakat.

Sejumlah pelaku usaha dinilai memanfaatkan bahu jalan sebagai area parkir hingga menempatkan kursi pelanggan di tepi aspal, sehingga dikhawatirkan mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan keselamatan.

Menanggapi kondisi tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Trenggalek memastikan akan mengambil langkah penertiban secara persuasif terhadap para pedagang yang melanggar ketentuan penggunaan ruang jalan.

Kursi hingga Parkir Ganggu Keselamatan

Fenomena tersebut terlihat di sepanjang bahu Jalan Brigjen Soetran, tepatnya mulai kawasan pertigaan Widowati ke arah timur.

Selain jumlah warung yang terus bertambah, beberapa di antaranya menempatkan meja dan kursi pelanggan tepat di pinggir bahu jalan.

Tak hanya itu, sejumlah warung juga memasang traffic cone di sisi jalan dan menjadikan bahu jalan sebagai lokasi parkir kendaraan pelanggan.

Kondisi tersebut dinilai membuat lebar efektif jalan menyempit, terutama ketika kendaraan dari dua arah saling berpapasan.

Padahal ruas Jalan Brigjen Soetran merupakan salah satu jalur utama yang setiap hari dilalui bus serta kendaraan bertonase besar.

Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak

Salah seorang warga Kecamatan Kampak, Kurniawan mengaku resah dengan kondisi tersebut.

Menurutnya, persoalan utama bukan sekadar keberadaan warung, melainkan aspek keselamatan bagi pelanggan maupun pengguna jalan.

“Saya sangat menyayangkan pelaku usaha yang membuka warung tanpa memikirkan keselamatan pelanggan maupun pengguna jalan,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Pria yang akrab disapa Wawan itu menilai para pelaku usaha seharusnya memahami fungsi sempadan jalan yang tidak boleh dimanfaatkan untuk aktivitas yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Ia menyoroti penempatan kursi pelanggan yang berada tepat di tepi aspal, penggunaan traffic cone untuk kendaraan pelanggan yang parkir memakan bahu jalan.

“Selain berorientasi pada keuntungan, pemilik usaha juga harus memikirkan aspek keselamatan pelanggan dan pengguna jalan,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat kendaraan besar berpapasan di ruas jalan yang ruang geraknya menjadi semakin terbatas.

Karena itu, Wawan berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan penertiban apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan penggunaan ruang jalan.

“Memang saat ini belum terjadi apa-apa. Tapi kalau nanti semakin ramai dan semakin banyak warung di lokasi itu, lalu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, siapa yang akan bertanggung jawab?” pungkasnya.

Satpol PP Siapkan Penertiban Secara Persuasif

Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek, Purwo Edi Prawito memastikan pihaknya akan mengambil langkah penertiban.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan cara persuasif dengan memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada para pelaku usaha.

“Oh, pasti. Nanti pasti ambil langkah,” ujar Purwo Edi saat ditemui usai rapat kerja bersama Komisi I DPRD Trenggalek.

Ia menjelaskan, petugas akan mendatangi para pedagang secara langsung untuk memberikan pemahaman mengenai batas area yang diperbolehkan digunakan untuk berjualan.

“Kita persuasif kepada masyarakat, kita datangi, kita silaturahmi, kita ingatkan baik-baik, kita tunjukkan di sana yang boleh, untuk dagang di sini tidak boleh, nanti pelan-pelan kita tunjukkan,” jelasnya.