Inti Berita:
• Hingga 30 Juni 2026, jumlah calon siswa Sekolah Rakyat di Trenggalek mencapai 229 anak dari kuota 270 siswa.
• Pelaksanaan MPLS dijadwalkan mulai 14 Juli, namun masih menunggu hasil asesmen Kementerian Sosial terkait kelayakan gedung permanen.
• Sementara itu, sistem penerimaan siswa menggunakan mekanisme multi entry dan multi exit.
SUARA TRENGGALEK – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Trenggalek mencatat jumlah calon siswa (casis) Sekolah Rakyat hingga batas cut off 30 Juni 2026 telah mencapai 229 anak.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga memenuhi kuota sebanyak 270 siswa. Mengingat sistem pendaftaran menggunakan sistem multi entry dan multi exit.
Saat di temui awak media, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Trenggalek, Soelung Prasetyo Raharjeng Sidjoe mengatakan 229 calon siswa tersebut terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Untuk update Casis Sekolah Rakyat sampai dengan cut off 30 Juni itu 229 anak. Terdiri dari kelompok SD itu 30 siswa, SMP 117 dan SMA 82. Ini tidak menutup kemungkinan akan bertambah sampai dengan kuota 270 anak ini terpenuhi,” jelasnya, Rabu (8/6/2026).
MPLS Dijadwalkan Mulai 14 Juli, Menunggu Hasil Asesmen
Soelung menjelaskan, berdasarkan timeline dari Kementerian Sosial, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan mulai 14 Juli 2026.
Namun, pelaksanaannya masih menunggu hasil asesmen dari tim Kementerian Sosial terkait kelayakan gedung permanen Sekolah Rakyat.
“Berdasarkan timeline dari Kementerian Sosial nanti sekitar tanggal 14 anak-anak siswa baru akan melaksanakan MPLS. Akan tetapi, saat ini masih dalam proses asesmen dari tim Kementerian Sosial apakah nanti dimungkinkan gedung baru itu bisa dipakai untuk pelaksanaan MPLS,” ujarnya.
Apabila hasil asesmen menyatakan gedung sudah layak digunakan, menurutnya maka MPLS akan dilaksanakan di gedung permanen sesuai jadwal. Sebaliknya, jika belum dinyatakan layak, pelaksanaan akan dijadwalkan pada waktu berikutnya.
“Kalau memang hasil asesmennya itu sudah bisa, berarti tanggal 14 itu MPLS di Sekolah Rakyat permanen bisa dilaksanakan. Tapi bila hasil asesmennya belum layak untuk dipakai, dimungkinkan akan diagendakan di tanggal yang lain,” katanya.
Hingga saat ini, Dinsos Trenggalek masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Sosial terkait waktu penggunaan gedung tersebut.
“Saat ini masih dilaksanakan asesmen, nanti hasilnya kita mengikuti dari Kemensos,” imbuhnya.
Sarana dan Prasarana Dipenuhi Kemensos dan Kementerian PU
Terkait kesiapan sarana dan prasarana, Soelung memastikan kebutuhan fasilitas Sekolah Rakyat telah dipenuhi oleh pemerintah pusat.
“Kalau untuk sarprasnya sudah dipenuhi oleh Kementerian Sosial dan Kementerian PU,” jelasnya.
Sistem Multi Entry-Multi Exit, Pendaftaran Masih Dimungkinkan
Dinsos Trenggalek juga membuka peluang adanya penambahan peserta didik setelah tahun ajaran baru dimulai.
Hal itu dimungkinkan karena sistem rekrutmen Sekolah Rakyat menerapkan mekanisme multi entry dan multi exit.
“Bisa dimungkinkan karena sistemnya untuk rekrutmen Casis Sekolah Rakyat ini kan multi entry, multi exit. Jadi bisa dimungkinkan anak-anak yang sudah terdaftar nanti sebulan atau dua bulan ada yang tidak kerasan lalu keluar, itu yang di luar mau masuk juga bisa,” terang Soelung.











