OLAHRAGA

Bina Atlet Futsal Trenggalek Melalui UPRINTIS, Novita Hardini Ingin Talenta Muda Tembus Nasional

×

Bina Atlet Futsal Trenggalek Melalui UPRINTIS, Novita Hardini Ingin Talenta Muda Tembus Nasional

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Foto bersama juara turnamen Uprintis Futsal League 2026 yang di gelar di GOR Gajah Putih Trenggalek.
Inti Berita:
• Novita Hardini mendorong pengembangan futsal pelajar melalui turnamen yang digelar UPRINTIS Indonesia bersama Pemkab Trenggalek.
• Kegiatan tersebut bertujuan mewadahi potensi atlet futsal dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
• Novita menargetkan Trenggalek mampu mencetak atlet yang bisa bersaing di tingkat regional dan nasional.

SUARA TRENGGALEKUMKM Perempuan Perintis Indonesia (UPRINTIS) Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar untuk kedua kalinya, selama lima hari digelar, kegiatan tersebut menjadi ajang kompetisi para pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Founder UPRINTIS Indonesia sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini mendorong pengembangan olahraga futsal di kalangan pelajar Kabupaten Trenggalek melalui penyelenggaraan turnamen futsal yang melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

Menurut Novita, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mewadahi potensi besar yang dimiliki anak-anak dan remaja Trenggalek di bidang olahraga, khususnya futsal, yang selama ini dinilai belum mendapatkan ruang pembinaan secara optimal.

“Hari ini saya bersama Pemkab Trenggalek yang diwakili oleh wadah UPRINTIS mengadakan salah satu pertandingan olahraga di bidang futsal, di mana memang futsal di Trenggalek sejauh ini belum terwadahi secara utuh, padahal sebenarnya talentanya banyak di daerah-daerah dan desa-desa,” ujar Novita, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, melalui kompetisi tersebut pihaknya ingin mengenali potensi para pelajar mulai tingkat SD, SMP hingga SMA yang memiliki kemampuan di bidang futsal.

Siapkan Atlet untuk Kompetisi Lebih Tinggi

Novita mengaku memiliki cita-cita agar Kabupaten Trenggalek mampu mengirimkan atlet futsal terbaik untuk bersaing di ajang yang lebih besar, baik tingkat regional maupun nasional.

Menurutnya, Trenggalek sebenarnya telah beberapa kali mengirimkan perwakilan pada berbagai kompetisi. Namun, pembinaan yang lebih terstruktur masih diperlukan agar potensi atlet muda dapat berkembang secara maksimal.

“Saya punya cita-cita Kabupaten Trenggalek bisa mengirimkan perwakilan dari cabang olahraga futsal di ajang kompetisi yang lebih besar, baik skala regional maupun nasional,” katanya.

Ia menambahkan, pendekatan pembinaan yang lebih rapi dan berkelanjutan menjadi langkah penting untuk mendukung perkembangan atlet muda di daerah.

Nilai Potensi Atlet Futsal Sangat Baik

Dari hasil pengamatan selama kegiatan berlangsung, Novita menilai para peserta menunjukkan kemampuan yang cukup baik, baik dari sisi teknik permainan, sportivitas, maupun kerja sama tim.

Bahkan, menurutnya, sejumlah peserta tingkat sekolah dasar telah menunjukkan kualitas yang menjanjikan untuk dibina ke level yang lebih tinggi.

“Potensinya luar biasa mulai dari pra-event sampai event-nya. Mereka sangat sportif, menyiapkan kompetensi dan skill yang baik. Saya melihat komunikasi dan teamwork mereka juga sangat matang di usia yang sangat dini,” ujarnya.

“Mereka sudah punya modal untuk bisa kita kirimkan di ajang kompetisi yang lebih besar di skala nasional,” imbuhnya.

Pembinaan Karakter Harus Jadi Prioritas

Novita menegaskan bahwa pengembangan olahraga tidak hanya bertujuan mencetak prestasi, tetapi juga membangun karakter generasi muda.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat terus memberikan dukungan terhadap kegiatan yang mampu membentuk kualitas, kompetensi, serta mental juara para pelajar.

“Tidak hanya momen-momen acara yang sifatnya formalitas saja, tetapi mulai dari pembentukan karakter, pembentukan kualitas, kompetensi anak-anak sampai acara-acara yang melatih mental mereka untuk menjadi juara, ini menjadi penting dan harus menjadi prioritas anggaran di masa depan,” tegasnya.

Bangun Optimisme di Tengah Tantangan

Meski mengakui adanya tantangan akibat efisiensi anggaran yang sedang berlangsung, Novita tetap mengajak generasi muda untuk terus bergerak dan berkontribusi melalui kegiatan positif.

Menurutnya, semangat gotong royong dan optimisme harus terus dibangun sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan daerah.

“Saya ingin melakukan gerakan apa yang bisa kita lakukan sebagai anak muda, sebagai bentuk cinta kita terhadap tanah air,” katanya.

Meskipun tanah air sedang tidak baik-baik saja, menurutnya setidaknya dengan apa yang dimiliki dan apa yang bisa dilakukan, pihaknya akan lakukan all out for Indonesia.

“Spirit itu yang ingin saya bangun,” pungkas Novita.