OLAHRAGA

Wasit TSL Trenggalek Disanksi Askab, Asprov PSSI Jatim Justru Terbitkan Surat Tugas di Hari yang Sama

×

Wasit TSL Trenggalek Disanksi Askab, Asprov PSSI Jatim Justru Terbitkan Surat Tugas di Hari yang Sama

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Ketua Komisi Disiplin Askab PSSI Trenggalek, Irfan Firdianto dan salah satu Wasit yang terkena sanksi di Trenggalek, Danang Fredian saat dikonfirmasi.
Inti Berita:
• Belasan wasit Trenggalek dijatuhi sanksi oleh Komdis Askab PSSI Trenggalek karena memimpin pertandingan TSL 2026 tanpa rekomendasi Askab.
• Namun, pada tanggal yang sama Asprov PSSI Jawa Timur menerbitkan rekomendasi resmi dan surat tugas bagi perangkat pertandingan yang sama.
• Perbedaan keputusan tersebut memunculkan polemik mengenai legalitas penugasan wasit dalam penyelenggaraan Trenggalek Student League 2026.

SUARA TRENGGALEK – Polemik pelaksanaan Trenggalek Student League (TSL) 2026 memunculkan dua keputusan berbeda dari dua jenjang organisasi PSSI.

Belasan wasit lokal dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin (Komdis) Askab PSSI Trenggalek karena dinilai memimpin pertandingan tanpa rekomendasi Askab, sementara pada tanggal yang sama Asprov PSSI Jawa Timur justru menerbitkan surat rekomendasi dan surat tugas resmi bagi perangkat pertandingan.

Berdasarkan Surat Putusan Komdis Askab PSSI Trenggalek Nomor 01/Komdis/Askab.PSSI.Trk/VII/2026 tertanggal 30 Juli 2026, sebanyak 16 wasit dijatuhi sanksi teguran keras. Putusan tersebut merupakan hasil investigasi yang dilakukan pada 27–29 Juli 2026.

Komdis menyatakan para wasit memimpin pertandingan tanpa izin dan otorisasi PSSI sehingga dinilai melanggar Kode Disiplin PSSI Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 9 serta Peraturan Umum Pertandingan PSSI Pasal 15.

Dua hari berselang, Komdis kembali menerbitkan Surat Putusan Nomor 02/Komdis/Askab.PSSI.Trk/VIII/2026 tertanggal 1 Agustus 2026.

Dalam putusan kedua tersebut, sembilan dari 16 wasit yang sebelumnya mendapat teguran dijatuhi sanksi lebih berat berupa larangan mengikuti seluruh aktivitas sepak bola di lingkungan Askab PSSI Trenggalek selama satu tahun.

Sanksi tersebut diberikan dengan alasan para wasit mengulangi pelanggaran berdasarkan hasil investigasi lanjutan pada 30–31 Juli 2026.

Asprov PSSI Jatim Terbitkan Rekomendasi dan Surat Tugas

Di tengah proses penjatuhan sanksi tersebut, Asprov PSSI Jawa Timur menerbitkan Surat Rekomendasi Nomor 009/R/PSSI-Jatim/VII/2026 yang juga bertanggal 30 Juli 2026.

Surat yang ditandatangani Sekretaris PSSI Jawa Timur H. Djoko Tetuko Abdul Latif itu menyetujui pelaksanaan Trenggalek Student League 2026 sekaligus menyebut perangkat pertandingan berasal dari PSSI Provinsi Jawa Timur.

Rekomendasi tersebut merupakan tindak lanjut atas surat permohonan penyelenggara, MNA Sport Management, Nomor 069/TSL/VII/2026 tertanggal 25 Juli 2026.

Pada tanggal yang sama, Asprov PSSI Jawa Timur juga menerbitkan Surat Tugas Nomor 073/PSSI-Jatim/TGS/VII/2026 yang menugaskan satu pengawas wasit, satu match commissioner, serta 16 wasit berlisensi C-3 asal Trenggalek untuk memimpin pertandingan TSL 2026 pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Nama-nama wasit yang tercantum dalam surat tugas tersebut sama dengan daftar wasit yang dijatuhi sanksi Komdis Askab.

Komdis: Sanksi Tetap Mengikat

Ketua Komisi Disiplin Askab PSSI Trenggalek, Irfan Firdianto mengatakan keputusan pemberian sanksi didasarkan pada informasi bahwa penyelenggaraan TSL belum memperoleh rekomendasi dari Askab PSSI Trenggalek.

“Informasi yang kami dapat dari pengurus ASKAB Trenggalek kegiatan turnamen Trenggalek Student League (TSL) masih belum mendapatkan surat rekomendasi ASKAB PSSI Trenggalek,” katanya.

Menurut Irfan, pihaknya telah memberikan peringatan sebelum turnamen berlangsung.

“Namun agenda tersebut sudah berjalan, sebelumnya kami sudah memberikan informasi terhadap Komisi Wasit, agar kegiatan tersebut jangan sampai dipimpin oleh teman-teman wasit dan saya sudah memberikan teguran secara lisan, namun kenyataannya masih memimpin pada kegiatan tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan, status para wasit sebagai bagian dari Askab menjadi dasar kewenangan Komdis menjatuhkan sanksi.

“Oleh karena itu saya sebagai Komisi Disiplin Askab PSSI Trenggalek wajib memberikan sanksi kepada mereka untuk sementara teguran keras untuk sekitar 18 perangkat pertandingan. Sanksi tetap mengikat, karena mereka bagian dari ASKAB PSSI Trenggalek, wasit itu aset dari ASKAB,” lanjutnya.

Irfan juga mengingatkan sanksi dapat diperberat apabila pelanggaran serupa kembali terjadi.

“Kalau masalah skorsing hukuman berkelanjutan, selain teguran keras dari Komdis memberikan rambu-rambu bahwasanya bilamana mereka melakukan pengulangan, tindakan mereka akan dihukum lebih berat lagi.Hukuman berat pembekuan kegiatan mereka dan pencabutan lisensi,” tegasnya.

Wasit Minta Perlindungan Asprov

Salah satu wasit yang terkena sanksi, Danang Fredian, menjelaskan bahwa penyelenggara sejak awal telah mengajukan permohonan rekomendasi kepada Askab PSSI Trenggalek.

“Kronologinya dari pihak penyelenggara sudah bersurat ke ASKAB PSSI Trenggalek untuk meminta rekom penyelenggaraan kegiatan Trenggalek Student League, kemudian dengan berjalanya waktu karena rekom juga belum turun akhir tanggal terselenggaranya Trenggalek Student League makin mepet,” katanya.

Menurut Danang, para wasit tetap bertugas karena menilai turnamen tersebut menjadi wadah pembinaan sepak bola usia muda.

“Sehingga kami sebagai wasit dengan adanya Trenggalek Student League kan selain jadi wasit juga pembina sepak bola akar rumput, sehingga melihat adanya turnamen ini merupakan wadah yang bagus untuk anak SMP/SMA untuk memberikan penampilan terbaiknya pada waktu latihan,” ujarnya.

Ia menilai para wasit menjadi pihak yang terdampak dari belum terbitnya rekomendasi Askab.

“Terkait dengan adanya surat Komdis terkait dengan sanksi wasit, dengan ini saya berpendapat bahwasanya dengan tidak adanya rekom dari ASKAB yang notabene adalah ini kegiatan positif bagi generasi anak muda itu yang menjadi korban adalah wasit itu sendiri,” katanya.

Danang berharap penugasan resmi dari Asprov PSSI Jawa Timur dapat menjadi dasar perlindungan bagi para wasit.

“Sehingga dalam hal ini kami dengan berjalannya waktu kami juga menerima surat dari penugasan dari ASPROV PSSI Jawa Timur, bahwasanya kami sudah diberikan legalitas dari ASPROV langsung sehingga ini kami meminta pengawalan ASPROV kami yang ada di wasit ASKAB meminta dilindungi ke atas,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberlangsungan turnamen penting bagi pembinaan pemain muda.

“Intinya ini wadah yang sangat bagus, apabila tidak kami manfaatkan untuk anak-anak usia muda cukup rugi sekali,” pungkasnya.