Inti Berita:
• Catur menjadi salah satu cabor unggulan Trenggalek dengan prestasi di tingkat provinsi, termasuk raihan medali emas Poprov pada nomor perorangan putri.
• Percasi saat ini membina lebih dari 100 pemain, dengan latihan berbasis klub, dukungan pelatih dan bimtek.
• Namun, pembinaan masih menghadapi keterbatasan anggaran karena Percasi hanya menerima Rp15 juta per tahun dari KONI.
SUARA TRENGGALEK – Cabang olahraga (cabor) catur menjadi salah satu andalan Kabupaten Trenggalek dalam ajang olahraga tingkat provinsi.
Prestasi atlet catur Trenggalek juga dinilai cukup konsisten, termasuk raihan medali emas pada kelompok usia di bawah 21 tahun.
Namun demikian, kondisi tersebut tak dibarengi dengan apresiasi anggaran untuk cabang olahraga tersebut oleh Koni, bahkan anggaran pembinaannya terus berkurang dari tahun ke tahun.
Ketua Percasi Kabupaten Trenggalek, Muhamad Ervan Hamami mengatakan catur merupakan salah satu cabor unggulan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek.
“Cabor catur itu merupakan salah satu andalan dari KONI. Jadi, prestasi kita termasuk luar biasa. Jadi, termasuk cabor yang diunggulkan di event-event provinsi,” kata Ervan.
Menurutnya, salah satu prestasi terbaru diraih pada ajang Poprov tahun sebelumnya. Atlet catur Trenggalek berhasil menyumbangkan medali emas pada nomor perorangan putri.
“Kita pernah tahun kemarin itu dapat medali emas untuk perorangan putri. Tahun-tahun sebelumnya kita juga selalu sukses mendulang medali untuk tunggal,” ujarnya.
Pembinaan Berbasis Klub
Ervan menjelaskan, persiapan atlet catur selama ini dilakukan melalui klub-klub yang ada di Trenggalek.
Meski latihan berlangsung di masing-masing klub, pembinaan tetap berada dalam pantauan KONI dan Percasi Kabupaten Trenggalek.
“Persiapan kita biasanya di klub-klub, Mas, di masing-masing. Tapi ya, di bawah pantauan KONI, di bawah pantauan Percasi,” jelasnya.
Percasi juga mendorong atlet untuk aktif mengikuti berbagai turnamen. Menurut Ervan, atlet Trenggalek hampir tidak pernah absen dalam berbagai kejuaraan yang dapat diikuti.
“Terus setiap ada apa ini, keluar, kita ya selalu aktif ikut. Jadi, hampir tidak pernah absen kalau pemain Trenggalek,” katanya.
Untuk menghadapi Popda, Ervan mengatakan pihaknya tetap siap meskipun cabang olahraga catur dalam ajang tersebut masih dalam tahap usulan.
“Popda itu kan untuk catur itu kan masih usulan, ya. Tapi kita siap juga, Mas, untuk Popda. Kemarin itu belum positif, Mas, tapi kita punya atlet,” ungkapnya.
Percasi Miliki Pelatih dan Bimtek
Dalam pembinaan, Percasi selama ini berperan melakukan pemantauan sekaligus menyediakan bimbingan teknis dan pelatih.
“Cabor selama ini hanya memantau. Kita punya bimtek, kita punya pelatih. Hanya itu, Mas. Jadi, latihan rutin, ikut aktif turnamen. Ya, seperti itu saja,” terang Ervan.
Ia mengatakan dukungan Percasi juga diberikan dalam bentuk motivasi kepada atlet. Namun, keterbatasan anggaran membuat sebagian pembinaan dan aktivitas atlet masih dilakukan secara mandiri.
“Kita mendorong, memberi semangat, support. Karena biayanya itu kan terbatas, Mas. Jadi, mereka juga mandiri. Itu saja. Kita memberi support,” ujarnya.
Anggaran KONI Turun
Ervan berharap dukungan anggaran terhadap cabor di Trenggalek, khususnya cabor unggulan, dapat kembali meningkat.
Ia menyebut anggaran yang diterima Percasi saat ini sebesar Rp 15 juta per tahun.
“Kalau dari Percasi kan yang diharapkan ya, mungkin ya, dananya itu dari KONI itu kan semakin hari semakin berkurang. Diharapkan bisa kembali ke dulu lah, di atas 30 atau seperti itu,” katanya.
Menurutnya, besaran anggaran tersebut masih minim, terlebih catur merupakan salah satu cabor yang masuk kategori unggulan.
“Kita ini mendapat 15 juta per tahun. Itu termasuk kita cabor yang unggulan. Kalau cabor-cabor yang lain mungkin ya, di bawah. Hanya 15 juta. Iya, karena kita dianggap cabor yang menjadi unggulan, kita dapat 15 juta setiap tahun. Nah, itu kan minim sekali,” jelas Ervan.
Atlet Catur Lebih dari 100 Orang
Dari sisi jumlah pemain, Percasi Trenggalek saat ini memiliki lebih dari 100 atlet.
“Kalau pemain kita ya, kalau di jumlah ya, 100 ya, lebih,” ungkapnya.
Salah satu atlet yang menjadi andalan pada kelompok putri adalah Avita. Atlet asal Parakan tersebut saat ini bersekolah di MAN 1 Trenggalek.
“Dari Parakan, Mas, ini. Sekarang sekolah di MAN 1 Trenggalek, Avita. Itu andalan kita di kelompok putri,” pungkas Ervan.











