Inti Berita:
• BPS Trenggalek resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui deklarasi dan kick off di Alun-alun Trenggalek.
• Sebanyak 1.112 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan mulai 15 Juni 2026.
• Sensus tidak hanya mendata sektor perdagangan dan pertanian, tetapi juga usaha digital seperti toko online, dropshipper, hingga konten kreator.
SUARA TRENGGALEK – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui kegiatan Deklarasi dan Kick Off yang digelar di depan Tugu Garuda Alun-alun Trenggalek, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung serentak mulai 15 Juni 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.
Kepala BPS Kabupaten Trenggalek, Abu Amar, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 1.112 petugas sensus untuk mendukung pelaksanaan pendataan ekonomi masyarakat.
“Sebanyak 1.112 petugas telah kami siapkan, terdiri dari petugas pendata usaha besar, petugas lapangan, dan pengawas lapangan,” ujar Abu Amar dalam laporannya.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh petugas telah mengikuti pelatihan selama tiga hari guna memastikan kualitas data yang dikumpulkan sesuai standar yang ditetapkan BPS.
Usaha Digital Ikut Didata
Abu Amar menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis untuk memotret kondisi dan struktur ekonomi terkini yang terus berkembang.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai model usaha baru yang sebelumnya belum banyak teridentifikasi dalam aktivitas ekonomi konvensional.
“Dalam mendukung tercapainya Indonesia Emas, kita melaksanakan sensus ekonomi untuk mengetahui struktur ekonomi yang ada. Sekarang bukan hanya perdagangan dan pertanian, tetapi juga sudah berkembang ekonomi digital seperti usaha online, dropshipping hingga konten kreator. Semua itu akan kita data,” jelasnya.
Pendataan tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran lebih akurat mengenai kontribusi sektor ekonomi digital terhadap perekonomian daerah.
Jadi Dasar Penyusunan PDRB
Selain memetakan struktur ekonomi terbaru, hasil Sensus Ekonomi 2026 juga akan digunakan sebagai tahun dasar dalam penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Karena itu, Abu Amar menekankan pentingnya peran petugas sensus sebagai ujung tombak pengumpulan data di lapangan.
Ia berharap seluruh petugas mampu menjaga kualitas dan akurasi data agar hasil sensus benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat Trenggalek.
Pemkab Trenggalek Dukung Penuh
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto, menegaskan bahwa deklarasi dan kick off tersebut merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan BPS untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek, kata dia, siap memberikan dukungan agar proses pendataan berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di masa mendatang.
Dengan dimulainya sensus tersebut, masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi yang benar kepada petugas sehingga data yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi riil Kabupaten Trenggalek.











