PERISTIWA

Kuota BBM Bersubsidi Trenggalek 2026 Aman, Realisasi Solar dan Pertalite Masih di Bawah 50 Persen

×

Kuota BBM Bersubsidi Trenggalek 2026 Aman, Realisasi Solar dan Pertalite Masih di Bawah 50 Persen

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Situasi pengisian BBM jenis pertalite di SPBU Surodakan Trenggalek.

Inti Berita:
• Trenggalek memperoleh kuota 23.793 kiloliter solar subsidi dan 38.116 kiloliter Pertalite pada 2026.
• Hingga 31 Mei 2026, realisasi solar baru mencapai 7.250 kiloliter.
• Penyaluran Pertalite baru mencapai 12.501 kiloliter atau sekitar 30 persen dari kuota tahunan.

SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tahun 2026 masih dalam kondisi aman.

Hingga akhir Mei 2026, realisasi penyaluran solar maupun Pertalite masih berada jauh di bawah kuota yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Subbagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Trenggalek, Agus Subchi mengatakan kuota BBM bersubsidi untuk Trenggalek ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berdasarkan usulan yang diajukan pemerintah daerah pada November 2025.

“Untuk kuota di Kabupaten Trenggalek tahun 2026, solar mendapatkan alokasi 23.793 kiloliter, sedangkan Pertalite memperoleh kuota 38.116 kiloliter,” ujar Agus, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, kuota tersebut ditetapkan melalui surat Kementerian ESDM tertanggal 31 Maret 2026 terkait penyampaian kuota jenis BBM tertentu dan jenis bahan bakar khusus penugasan.

Realisasi Masih Jauh di Bawah Kuota

Berdasarkan data hingga 31 Mei 2026, realisasi penyaluran solar subsidi di Trenggalek baru mencapai 7.250 kiloliter.

Angka tersebut dinilai masih aman mengingat periode berjalan baru memasuki lima bulan pertama tahun 2026.

“Realisasi solar sampai 31 Mei ada di angka 7.250 kiloliter dari total kuota 23.793 kiloliter. Jadi kemungkinan sampai akhir tahun kuota masih terpenuhi,” jelasnya.

Sementara itu, realisasi penyaluran Pertalite hingga akhir Mei tercatat sebesar 12.501 kiloliter dari total kuota tahunan 38.116 kiloliter.

“Untuk Pertalite sampai 31 Mei realisasinya 12.501 kiloliter. Itu masih sekitar 30 persen dari kuota tahunan,” katanya.

Melihat tren tersebut, Agus optimistis kebutuhan BBM bersubsidi masyarakat Trenggalek masih dapat terpenuhi hingga akhir tahun.

Antisipasi Kelangkaan Terus Dilakukan

Meski kondisi kuota masih aman, Pemkab Trenggalek tetap melakukan langkah antisipasi untuk mencegah potensi kelangkaan BBM bersubsidi.

Salah satunya dengan menjalin komunikasi intensif dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah serta Pertamina wilayah Kediri.

“Kita selalu komunikasi dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur dan Pertamina untuk memantau perkembangan distribusi BBM bersubsidi,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus memantau realisasi penyaluran BBM subsidi secara berkala untuk memastikan distribusi berjalan sesuai sasaran.

Petani dan Nelayan Gunakan Sistem Barcode
Agus menjelaskan, penyaluran solar subsidi kepada petani dan nelayan dilakukan melalui sistem rekomendasi yang terintegrasi dengan aplikasi digital.

Petani pengguna mesin diesel untuk kegiatan pertanian wajib memperoleh rekomendasi dari Dinas Pertanian.

Data pengguna kemudian dimasukkan ke dalam sistem dan diterbitkan barcode sebagai identitas penerima BBM subsidi.

“Setiap mesin yang menggunakan solar subsidi sudah tercatat. Nanti diterbitkan barcode dan seluruh transaksi akan terekam dalam sistem,” terangnya.

Mekanisme serupa juga berlaku bagi nelayan kecil yang menggunakan solar maupun Pertalite untuk operasional kapal.

Rekomendasi dari Dinas Perikanan akan mencantumkan identitas nelayan, jenis mesin, hingga SPBU tujuan pengambilan BBM subsidi.

“Dari barcode itu nantinya ditunjukkan saat pengisian di SPBU sehingga penggunaan BBM subsidi dapat dipantau dan tepat sasaran,” pungkas Agus.