SUARA TRENGGALEK – Koordinator Pos SAR Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam proses penanganan longsor di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, yang menutup jalur nasional Trenggalek–Ponorogo.
Menurut Bayu, sebelum proses pembersihan dilakukan, jajaran Forkopimda Kabupaten Trenggalek telah menggelar briefing bersama untuk menyatukan langkah penanganan.
Dalam hal ini, Basarnas bertindak sebagai pendukung keselamatan atau safety officer selama proses pembersihan berlangsung hingga jalur dinyatakan aman dan terkendali.
“Kami dari Basarnas sebagai backup safety untuk berjalannya pembersihan jalur darat ini sampai selesai dan aman,” ujarnya.
Terkait upaya keselamatan, Bayu menegaskan seluruh personel yang bekerja di sekitar titik longsor diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan Forkopimda dan instansi teknis.
Dari unsur PUPR, diturunkan tiga unit ekskavator termasuk satu unit breaker untuk memecah batu berukuran besar yang menutup badan jalan. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap.
“Kita bersihkan dulu puing-puing batu yang kecil. Setelah itu breaker masuk untuk memecah batu besar, baru kemudian kita eksekusi,” jelasnya.
Hasil asesmen di lapangan menunjukkan terdapat beberapa titik longsoran di bagian atas tebing. Selain longsoran utama dengan batu berukuran besar, ditemukan pula longsoran baru di sisi kanan dan titik lain di sekitarnya.
“Tadi ada beberapa titik longsoran. Yang terbesar itu batu besar yang menutup jalan, dan di sebelah kanannya ada longsoran baru, kemudian di sebelahnya lagi juga ada longsoran baru,” terangnya.
Bayu mengakui potensi longsor susulan tetap ada, terutama jika kondisi cuaca memburuk. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan langkah antisipatif.
“Yang kami khawatirkan tetap cuaca. Jika nanti cuaca berubah, gerimis atau hujan, semua personel akan kita tarik dulu demi keselamatan,” tegasnya.
Hingga saat ini, proses penanganan masih berlangsung dengan pengawasan ketat guna memastikan keselamatan petugas serta meminimalkan risiko longsor lanjutan.











