PERISTIWA

3 Unit Ekskavator dan 1 Breaker Diterjunkan Atasi Material Longsor di Trenggalek

×

3 Unit Ekskavator dan 1 Breaker Diterjunkan Atasi Material Longsor di Trenggalek

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Alat ekskavator untuk membersihkan material longsor.

SUARA TRENGGALEK – Koordinator Pos SAR Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo menegaskan keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam penanganan longsor yang menutup jalur nasional Trenggalek–Ponorogo di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu.

Menurut Bayu, sebelum proses pembersihan dimulai, Forkopimda Kabupaten Trenggalek telah menggelar briefing untuk menyatukan langkah penanganan.

Dalam operasi ini, Basarnas berperan sebagai pendukung keselamatan (safety officer) guna memastikan proses pembersihan berjalan aman hingga jalur dinyatakan terkendali.

“Kami dari Basarnas sebagai backup safety untuk berjalannya pembersihan jalur darat ini sampai dinyatakan selesai dan aman,” ujarnya.

Dari hasil asesmen di lapangan, ditemukan beberapa titik longsoran di bagian atas tebing. Selain longsoran utama berupa batu berukuran besar yang menutup badan jalan, terdapat longsoran baru di sisi kanan serta di titik lainnya.

“Tadi ada beberapa titik longsoran. Yang terbesar adalah batu besar yang menutup jalan, dan di sebelah kanannya ada longsoran baru, kemudian di sebelahnya lagi juga ada longsoran baru,” jelasnya.

Untuk mempercepat pembersihan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Forkopimda dan instansi terkait. Dari unsur PUPR diturunkan tiga unit ekskavator termasuk satu unit breaker untuk memecah batu besar.

“Kita bersihkan dulu puing-puing batu yang kecil. Setelah itu breaker masuk untuk memecah batu besar, baru kemudian kita eksekusi,” terangnya.
Bayu mengakui potensi longsor susulan masih ada. Faktor cuaca menjadi perhatian utama dalam proses penanganan.

“Yang kami khawatirkan tetap cuaca. Jika nanti cuaca berubah, gerimis atau hujan, semua personel akan kita tarik dulu,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh petugas yang bekerja di sekitar titik longsor diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap guna meminimalkan risiko selama proses pembersihan berlangsung.

Hingga kini, proses penanganan masih berjalan dengan pengawasan ketat demi memastikan keselamatan personel serta mencegah dampak longsor lanjutan.