Inti Berita:
• Komisi IV DPRD Trenggalek menyatakan polemik pengadaan LKS di MIN 1 Trenggalek dapat diselesaikan melalui komunikasi antara wali murid dan pihak sekolah.
• Sementara itu, Kementerian Agama menegaskan dukungan dari komite sekolah hanya boleh bersifat sukarela, tidak wajib, serta harus mengedepankan transparansi dan mempertimbangkan kondisi ekonomi wali murid.
SUARA TRENGGALEK – Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek melakukan mediasi soal polemik pengadaan Lembar Kerja Siswa (LKS) di MIN 1 Trenggalek setelah menerima aduan dari perwakilan wali murid.
Hasil hearing menyimpulkan tidak ditemukan kewajiban pembelian LKS dari pihak madrasah, sementara Kementerian Agama menegaskan seluruh bentuk dukungan dari komite sekolah harus bersifat sukarela.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin mengatakan hearing dihadiri perwakilan wali murid, pihak madrasah, dan komite sekolah serta pihak Kemenag untuk mengklarifikasi persoalan yang mencuat.
“Hearing hari ini dari perwakilan wali murid MIN 1 Trenggalek. Ada beberapa hal yang disampaikan, satu kaitannya dengan pengadaan buku LKS, kemudian juga kaitannya dengan penggunaan dana BOS,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Sukarodin, dari hasil pendalaman diketahui komite sekolah sebelumnya telah memberikan kesempatan kepada wali murid untuk menyampaikan keberatan apabila merasa terbebani.
“Sebenarnya sudah ada waktu, apabila ada sesuatu yang memberatkan sesuai musyawarah yang dilakukan komite. Bahkan tadi disampaikan ada waktu sekitar 10 hari untuk menyampaikan komplain, tetapi ternyata tidak ada komplain,” katanya.
Ia menjelaskan apabila masih terdapat wali murid yang keberatan, pihak sekolah diminta membuka ruang komunikasi untuk mencari solusi.
“Kalau memang keberatan, silakan komunikasi dengan pihak sekolah. Tadi kami juga meminta pihak sekolah memanggil yang bersangkutan agar bisa dicarikan jalan keluarnya,” jelasnya.
DPRD: LKS Tidak Bertentangan dengan Sekolah Gratis
Menanggapi anggapan bahwa pengadaan LKS bertentangan dengan program sekolah gratis, Sukarodin menilai persoalan tersebut tidak bisa disimpulkan demikian.
“Kalau kaitannya dengan bertentangan saya kira tidak. Yang penting mekanisme cara pembeliannya saja yang harus kita lihat,” katanya.
Ia menegaskan tidak ada kewajiban bagi siswa untuk membeli LKS berdasarkan hasil klarifikasi dalam hearing.
“Pihak madrasah juga tidak ada kata-kata untuk mewajibkan. Tidak beli juga tidak ada masalah,” tegasnya.
Komisi IV DPRD, lanjut Sukarodin, akan terus mengawal berbagai persoalan pendidikan yang muncul di Kabupaten Trenggalek.
“Setiap ada masalah, Komisi IV selalu hadir. Ketika ada aduan apa pun, Komisi IV juga selalu hadir,” ujarnya.
Kemenag: Bantuan Komite Bersifat Sukarela
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, Ahmad Basuki, menegaskan regulasi Kementerian Agama tidak pernah mengatur kewajiban pengadaan LKS.
“Di regulasi tidak langsung menyebut LKS. Komite memang punya kewenangan menyampaikan kepada wali murid dalam rangka peningkatan mutu madrasah, tetapi sifatnya sukarela, tidak ada kata wajib,” katanya.
Basuki mengatakan yang terpenting dalam pelaksanaannya adalah keterbukaan dan tidak memberatkan wali murid, terutama yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Yang penting ada transparansi dalam pelaksanaan. Kalau memang ada orang tua yang memiliki keterbatasan ekonomi, tentu harus ada kebijakan agar tidak terbebani,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan pemerintah sebenarnya telah menyediakan Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat diunduh secara gratis sebagai bahan ajar
“Semua buku dari pusat itu BSE, silakan diunduh sendiri. Kami tidak pernah mengeluarkan perintah ataupun aturan yang mewajibkan pengadaan LKS,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Agama akan melakukan pembinaan kepada madrasah agar seluruh proses peningkatan mutu pendidikan berjalan sesuai regulasi serta mengedepankan komunikasi yang baik dengan wali murid.
“Nanti kami turun ke bawah untuk penguatan. Yang penting ada transparansi dan semangat bersama. Kalau komunikasi dua arah berjalan baik, hasilnya juga akan baik,” pungkas Basuki.











