Inti Berita:
• Pelaksanaan SPMB 2026/2027 di Trenggalek berjalan lancar, namun masih menyisakan persoalan pemerataan siswa.
• SDN 3 Karangturi tidak memperoleh murid baru, sementara puluhan SD lainnya hanya menerima dua hingga empat siswa.
• Di jenjang SMP, jumlah siswa baru relatif lebih baik, meski beberapa sekolah masih mencatat penerimaan rendah.
SUARA TRENGGALEK – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Trenggalek menyisakan pekerjaan rumah bagi Dinas Pendidikan setempat.
Sejumlah sekolah negeri, terutama jenjang sekolah dasar, belum mampu memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru. Bahkan, satu sekolah dasar tercatat tidak memperoleh murid baru sama sekali.
Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Agus Dwi Karyanto mengatakan secara umum pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lancar.
Seluruh calon peserta didik yang sebelumnya belum memperoleh sekolah telah disalurkan ke sekolah yang masih memiliki kuota.
“Jadi insyaallah semuanya bisa bersekolah dengan lancar untuk penanganan SPMB tahun ini. Tetap kita akan melakukan evaluasi untuk persiapan SPMB tahun berikutnya,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Satu SD Tidak Mendapat Murid Baru
Dalam pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 Agus juga mengungkapkan, masih terdapat sejumlah sekolah dasar yang memperoleh jumlah siswa baru sangat sedikit.
Menurutnya, SD Negeri 3 Karangturi yang berada di Kecamatan Munjungan menjadi satu-satunya sekolah dasar yang tidak mendapatkan murid baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Sementara itu, terdapat sekitar 21 SD yang hanya menerima sekitar empat murid baru, kemudian 18 SD menerima tiga murid, serta sekitar lima hingga enam sekolah yang hanya memperoleh dua murid baru.
“Nanti akan kita lakukan evaluasi supaya tahun depan SD yang saat ini memperoleh murid sedikit bisa bertambah dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di lembaga tersebut,” katanya.
SMP 6 Trenggalek Jadi yang Paling Sedikit di Wilayah Kota
Untuk jenjang SMP, Agus menyebut kondisi penerimaan peserta didik baru relatif lebih baik dibandingkan SD. Meski demikian, masih ada beberapa sekolah yang jumlah siswa barunya tergolong rendah.
“Kalau SMP rata-rata semuanya mendapat murid. Cuma yang paling sedikit untuk daerah kota itu SMP 6. Kemudian yang sedikit lagi SMP 3 Munjungan. Kemudian yang lainnya SMP Satu Atap di Kampak, Dongko, dan Panggul di bawah 15 murid. Yang lain insyaallah penerimaannya bagus,” jelasnya.
Ia juga memastikan Dinas Pendidikan akan terus melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang belum maksimal memperoleh peserta didik agar kepercayaan masyarakat terus meningkat.
Persaingan Bukan Soal Negeri dan Swasta
Menanggapi fenomena minimnya siswa baru di sejumlah sekolah, Agus menilai kondisi tersebut bukan semata-mata akibat persaingan antar lembaga pendidikan.
Menurutnya, semakin banyaknya pilihan sekolah membuat masyarakat memiliki keleluasaan menentukan tempat pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.
“Bukan persaingan sih. Sekarang di Trenggalek semakin banyak lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta. Masyarakat punya pilihan mana yang terbaik untuk putra-putrinya,” ujarnya.
Karena itu, Dinas Pendidikan mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan proses pembelajaran.
“Artinya masing-masing lembaga memang kita himbau untuk terus meningkatkan kualitas dalam pelayanan pendidikannya. Bukan bersaing, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas proses pendidikan di sekolah,” pungkas Agus.











