PERISTIWA

Pemkab Trenggalek Beri Kabar Baik Bagi Warga Desa Malasan dan Bangunsari

×

Pemkab Trenggalek Beri Kabar Baik Bagi Warga Desa Malasan dan Bangunsari

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Plt Kepala Dinas PUPR Trenggalek, Anjang Purwoko saat menyampaikan progres perbaikan jalan.

SUARA TRENGGALEK – Harapan masyarakat Desa Bangunsari dan Desa Masaran, Kabupaten Trenggalek, untuk memiliki akses jalan dan jembatan yang layak akhirnya terwujud.

Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 19 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026 untuk memperbaiki dua infrastruktur penting yang rusak tersebut.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek, Anjang Purwoko mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk perbaikan ruas jalan Desa Malasan perbatasan Tulungagung.

Serta untuk pembangunan jembatan yang putusa tepatnya di Desa Bangunsari, Kecamatan Pule yang putus akibat bencana alam beberapa tahun lalu.

“Alhamdulillah kemarin sudah terverifikasi dan terakomodir. Yang pertama untuk ruas jalan Malasan sampai perbatasan Tulungagung dan yang kedua untuk jembatan Bangunsari di Pule. Totalnya sekitar Rp 19 miliar,” kata Anjang, Senin (6/10/2025).

Ia menjelaskan, perbaikan jalan Desa Malasan akan menggunakan konstruksi hotmix dengan anggaran Rp 7,7 miliar, sedangkan pembangunan jembatan Desa Bangunsari akan memakai balok girder dengan biaya sekitar Rp 12 miliar.

Anjang juga menuturkan, jika kondisi kedua infrastruktur tersebut saat ini sangat memprihatinkan. Jalan di Desa Malasan saat ini tergolong rusak berat, sementara jembatan Desa Bangunsari sudah lama terputus dan hanya bisa dilalui melalui jalur darurat.

“Keduanya sangat vital. Jalan rusak tersebut menghambat waktu tempuh masyarakat, sedangkan jembatan putus jelas mengganggu konektivitas antarwilayah,” ujarnya.

Menurut Anjang, dalam progres pembangunan kedua proyek tersebut akan dimulai pada tahun 2026, setelah seluruh dokumen perencanaan disiapkan tahun ini.

“Setelah ini diakomodir, tugas kita menyiapkan dokumen perencanaannya di tahun ini. Tahun depan baru bisa dilaksanakan. Harapan kami bisa segera dikerjakan di awal tahun,” tambahnya.

Ia juga menyebut, Trenggalek menjadi salah satu dari hanya tiga kabupaten di Jawa Timur yang berhasil mendapatkan alokasi DAK untuk sektor infrastruktur tahun ini.

“Ini kabar baik bagi Trenggalek di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas,” pungkasnya.