BISNIS

44 KDMP di Trenggalek Selesai 100%, Etalase dan 37 Truk Serta 30 Kendaraan Roda Tiga Telah Disalurkan

×

44 KDMP di Trenggalek Selesai 100%, Etalase dan 37 Truk Serta 30 Kendaraan Roda Tiga Telah Disalurkan

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Pelaksanaan penyerahan truk untuk operasional KDMP bertempat di Kodim Trenggalek.
Inti Berita:
• Sebanyak 37 truk, 30 kendaraan roda tiga, dan etalase usaha mulai disiapkan untuk KDMP di Trenggalek.
• Saat ini terdapat sekitar 44 koperasi yang telah menyelesaikan pembangunan 100 persen.
• Lima KDMP sudah mulai melakukan uji coba operasional secara mandiri dengan memanfaatkan produk pertanian dan UMKM lokal.

SUARA TRENGGALEK – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Sejumlah koperasi yang telah menyelesaikan pembangunan fisik 100 persen mulai mendapatkan bantuan sarana dan prasarana operasional berupa truk, kendaraan roda tiga, hingga etalase usaha.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag) Kabupaten Trenggalek, Saniran, Kamis (4/6/2026).

Ia mengatakan jika bantuan tersebut diberikan kepada koperasi yang telah memenuhi syarat pembangunan.

“Untuk beberapa koperasi yang sudah selesai 100 persen pembangunan, insyaallah mendapatkan tiga fasilitas sarana prasarana, yaitu truk, roda tiga, dan etalase untuk gerai usaha,” ujar Saniran.

Menurutnya, hingga saat ini telah diberikan sekitar 37 unit truk, 30 kendaraan roda tiga, serta 24 furnitur atau etalase usaha yang diperuntukkan bagi puluhan koperasi penerima.

Meski demikian, jumlah koperasi yang telah menyelesaikan pembangunan secara penuh masih terbatas.

“Saat ini yang sudah 100 persen pembangunan masih sekitar 44 koperasi. Namun proses pembangunan masih terus bergerak dan targetnya minimal bisa mencapai 80 persen,” katanya.

Saniran menambahkan, pemerintah menargetkan peluncuran program KDMP secara nasional dapat dilakukan pada Agustus 2026 mendatang.

Lima KDMP Sudah Mulai Beroperasi

Di tengah proses penyempurnaan regulasi, sejumlah KDMP di Trenggalek telah mulai menjalankan aktivitas usaha secara mandiri.

Saniran menyebut setidaknya ada lima koperasi yang telah melakukan uji coba operasional dengan memanfaatkan potensi ekonomi lokal.

Kelima koperasi tersebut berada di Kecamatan Munjungan, Sumberbening, Cakul, Tumpuk, dan Pringapus.

“Sementara ada beberapa yang sudah mencoba beroperasi secara mandiri sambil menunggu kebijakan lebih lanjut. Mereka memanfaatkan potensi lokal seperti produk pertanian dan produk UMKM,” jelasnya.

Namun operasional tersebut masih bersifat terbatas dan berada pada tahap persiapan maupun uji coba.

Regulasi Masih Dinamis

Saniran mengakui perkembangan regulasi menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan program KDMP saat ini.

Beberapa koperasi yang sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bahkan harus menyesuaikan kembali langkah mereka karena adanya perubahan kebijakan.

“Ada beberapa yang sebelumnya sudah bekerja sama dengan BUMN, namun karena perkembangan regulasi yang masih dinamis, ada yang belum bisa melanjutkan kerja sama tersebut,” ungkapnya.

Hingga kini, Dinas Komindag Trenggalek masih menunggu petunjuk teknis lebih rinci dari pemerintah pusat terkait model operasional KDMP ke depan.

“Kami masih wait and see karena belum ada petunjuk lebih detail terkait operasional KDMP. Dinas Koperasi di Jawa Timur pun masih menunggu arahan lanjutan,” katanya.

Disiapkan Miliki Beragam Gerai Layanan

Meski petunjuk teknis belum sepenuhnya diterbitkan, pemerintah daerah tetap mengacu pada Instruksi Presiden terkait pengembangan KDMP.

Dalam konsep yang telah disusun, KDMP nantinya diharapkan memiliki berbagai unit usaha dan layanan yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat desa.

“Hingga saat ini kami masih mengacu pada Inpres, di mana koperasi nantinya diupayakan memiliki gerai sembako, apotek, klinik desa, pergudangan atau cold storage, dan beberapa layanan lainnya,” terang Saniran.

Selain KDMP, terdapat pula koperasi lain di Trenggalek yang telah lebih dahulu menjalin kerja sama dalam berbagai program ekonomi masyarakat, seperti Koperasi Sumber Makmur dan Mekar Alam Jaya yang berkolaborasi dengan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Saniran, mayoritas koperasi di Trenggalek saat ini masih berstatus koperasi konsumen yang bergerak memenuhi kebutuhan masyarakat secara langsung.