BISNIS

Tak Semua Air PDAM Trenggalek Berasal dari Mata Air Pegunungan, 9 SPAM Gunakan Sumur Bor

×

Tak Semua Air PDAM Trenggalek Berasal dari Mata Air Pegunungan, 9 SPAM Gunakan Sumur Bor

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Direktur Perumda Tirta Wening Trenggalek, Khoirul Ansori saat menyampaikan kondisi sumber air pdam.
Inti Berita:
• Perumda Air Minum Tirta Wening Trenggalek memastikan pasokan air bersih tidak hanya berasal dari mata air pegunungan.
• Dari 25 SPAM yang beroperasi, sembilan unit memanfaatkan sumur dalam dan 16 unit menggunakan mata air alami.
• Hingga pertengahan musim kemarau 2026, debit Sumber Bayong masih stabil sehingga layanan air bersih kepada lebih dari 18.893 pelanggan di 13 kecamatan tetap berjalan normal.

SUARA TRENGGALEK – Selama ini banyak masyarakat mengira seluruh pasokan air bersih yang mengalir ke rumah pelanggan Perumda Air Minum Tirta Wening Kabupaten Trenggalek berasal dari mata air pegunungan.

Faktanya, perusahaan juga memanfaatkan sumur dalam atau sumur bor sebagai sumber air baku di sejumlah wilayah.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Wening Trenggalek, Khoirul Ansori, mengatakan dari total 25 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dikelola, sebanyak sembilan unit memanfaatkan sumur dalam, sedangkan 16 SPAM lainnya menggunakan mata air alami.

“Dari 25 SPAM yang kami kelola saat ini, sembilan unit mengandalkan pasokan sumur dalam, sedangkan sisanya murni memanfaatkan sumber mata air alami,” terang Khoirul.

Menurutnya, penggunaan dua sumber air baku tersebut merupakan strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan serta kestabilan pasokan air bersih bagi pelanggan di berbagai wilayah.

Sumber Bayong Masih Jadi Andalan

Meski mengoperasikan sembilan sumur bor, Perumda Air Minum Tirta Wening tetap menjadikan Sumber Bayong sebagai pemasok air baku terbesar di Kabupaten Trenggalek.

Air dari sumber tersebut diolah melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1, IPA 2, dan IPA 3 sebelum didistribusikan kepada ribuan pelanggan.

“Debit dari Sumber Bayong ini menyokong kebutuhan air bersih warga di Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Tugu, Karangan, hingga Pogalan,” jelas Khoirul.

Hingga pertengahan musim kemarau 2026, debit air di Sumber Bayong masih berada dalam kondisi stabil sehingga distribusi air bersih kepada pelanggan belum mengalami gangguan.

“Alhamdulillah, Sumber Bayong belum terpengaruh oleh musim kemarau, sehingga layanan kami kepada masyarakat tetap berjalan normal,” tambahnya.

Layani Lebih dari 18 Ribu Pelanggan

Saat ini Perumda Air Minum Tirta Wening telah melayani lebih dari 18.893 pelanggan yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Trenggalek.

Dari total 14 kecamatan, hanya Kecamatan Suruh yang belum terhubung dengan jaringan perpipaan PDAM.

Ke depan, perusahaan berkomitmen memperluas jaringan pelayanan sekaligus memperkuat pasokan air baku melalui kombinasi mata air dan sumur dalam.

“Kami sudah menjangkau lebih dari 18.893 pelanggan di 13 kecamatan, dan ke depan kami terus berupaya memperluas jaringan,” pungkas Khoirul.