PERISTIWA

Pengamanan Ekstra Pengesahan Warga Baru PSHT, Polres Trenggalek Tak Ingin Ada Gangguan di Masyarakat

×

Pengamanan Ekstra Pengesahan Warga Baru PSHT, Polres Trenggalek Tak Ingin Ada Gangguan di Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki saat menyampaikan rencana pengamanan jelang bulan suro.
Inti Berita:
• Polres Trenggalek mulai mematangkan strategi pengamanan Bulan Suro 2026.
• Fokus utama pengamanan adalah kegiatan pengesahan warga baru PSHT dan perguruan pencak silat lainnya.
• Polisi telah beberapa kali berkoordinasi dengan pengurus PSHT untuk menyepakati pelaksanaan kegiatan yang aman dan tertib.

SUARA TRENGGALEK – Polres Trenggalek mulai mematangkan strategi pengamanan ekstra menjelang rangkaian kegiatan Bulan Suro 2026.

Pengamanan difokuskan pada agenda pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) serta sejumlah perguruan pencak silat lainnya yang rutin digelar setiap tahun.

Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Karena itu, koordinasi dengan berbagai pihak telah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan.

“Kami sudah beberapa kali menggelar pertemuan koordinasi, khususnya dengan pihak pengurus PSHT. Kedua belah pihak sudah menyepakati beberapa poin dan tanggal krusial. Selanjutnya, kami akan menindaklanjuti kesepakatan ini melalui rapat koordinasi akhir agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKBP Ridwan Maliki.

Bangun Komitmen Bersama

Menurut Ridwan, menjaga situasi keamanan selama Bulan Suro bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan pencak silat.

Karena itu, pihaknya meminta seluruh organisasi pencak silat mematuhi kesepakatan yang telah disusun bersama demi menjaga kondusivitas wilayah.

“Kami berharap seluruh perguruan pencak silat di Trenggalek memiliki frekuensi dan kesadaran yang sama. Semua pihak wajib menjalankan apa yang sudah kita sepakati bersama. Intinya, kita harus memprioritaskan dan menjamin keamanan serta kenyamanan masyarakat luas selama kegiatan berlangsung,” tegasnya.

Personel Pengamanan Ditambah

Mengantisipasi potensi kerawanan yang kerap muncul saat agenda pengesahan warga baru, Polres Trenggalek akan menerapkan pola pengamanan yang lebih ketat dibanding tahun sebelumnya.

Penambahan jumlah personel menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.

“Untuk skema pengamanan tahun ini, tentu kami akan melaksanakannya secara lebih optimal. Kami akan menerjunkan personel dalam jumlah yang lebih besar untuk menjamin kamtibmas tetap kondusif,” katanya.

Ridwan menilai langkah antisipasi sejak dini sangat penting agar masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan nyaman selama Bulan Suro berlangsung.

“Kita semua pasti tidak ingin ada insiden sekecil apa pun yang sampai mengganggu kondusivitas Kabupaten Trenggalek. Menjaga ketenteraman warga itulah yang menjadi fokus utama kami,” imbuhnya.

Bahas Isu Dua Kubu PSHT

Terkait isu kemungkinan pelaksanaan pengesahan warga baru oleh dua kubu kepengurusan PSHT di Trenggalek, Kapolres menyebut pembahasan masih berlangsung dan belum ada keputusan final.

Polres bersama pihak terkait terus melakukan kajian serta koordinasi guna memastikan seluruh kegiatan organisasi dapat berjalan sesuai aturan tanpa memicu gesekan di masyarakat.

“Mengenai isu apakah kedua belah pihak akan sama-sama menggelar pengesahan warga baru atau bagaimana, saat ini tim masih menggodok dan membahasnya secara komprehensif. Yang paling penting bagi kami adalah keamanan dan ketertiban masyarakat di Trenggalek harus tetap terjaga,” jelas Ridwan.

Selain itu, Polres Trenggalek juga mengimbau seluruh elite, anggota, maupun simpatisan perguruan pencak silat untuk mengedepankan semangat persaudaraan, menaati hukum, dan menghindari segala bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu kamtibmas selama Bulan Suro 2026 berlangsung.