Inti Berita:
• Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai menerapkan evaluasi rutin terhadap empat BUMD melalui forum yang digelar setiap triwulan.
• Dalam forum tersebut, para direktur wajib memaparkan capaian kinerja dan target perusahaan.
• Evaluasi serta arahan agar kinerja, inovasi, dan pelayanan BUMD terus meningkat hingga target akhir tahun dapat tercapai.
SUARA TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengawal langsung kinerja seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Trenggalek.
Melalui Forum Direktur BUMD yang digelar di Gedung Smart Center Trenggalek, para direktur diwajibkan memaparkan capaian kinerja beserta target yang telah ditetapkan setiap tiga bulan sekali.
Dalam forum tersebut, Bupati Trenggalek memberikan evaluasi, masukan, hingga koreksi terhadap kinerja masing-masing BUMD agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Mas Ipin mendorong sejumlah langkah efisiensi dan inovasi. Salah satunya meminta Perumda Air Minum (PDAM) menghitung potensi penggunaan panel surya untuk mengoperasikan mesin pompa air melalui skema cicilan apabila dinilai lebih hemat dibandingkan biaya listrik yang selama ini dikeluarkan.
Selain itu, Bupati Trenggalek juga mendorong pemanfaatan konten kreator untuk memperkenalkan berbagai program unggulan yang dimiliki BUMD kepada masyarakat.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Arisan Sinar milik BPR Jwalita Perseroda.
Melalui program tersebut, peserta dengan setoran arisan sebesar Rp1 juta berkesempatan mengikuti undian sepeda motor maupun mobil yang digelar setiap 10 bulan.
Apabila tidak memperoleh hadiah, dana peserta tetap dikembalikan beserta bonus dari BPR Jwalita.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati, mengatakan forum tersebut menjadi agenda evaluasi rutin yang dipimpin langsung oleh Bupati Trenggalek.
“Jadi Pak Bupati itu mengharapkan setiap triwulan mengadakan forum direktur BUMD yang jumlahnya empat itu melakukan paparan kinerja,” ujar Cusi, Selasa (21/7/2026).
Menurut Cusi, setiap BUMD wajib memaparkan capaian kinerja berdasarkan target yang telah ditentukan.
Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk mengetahui kekurangan, target yang masih harus dikejar, hingga langkah perbaikan yang perlu dilakukan.
“Setiap triwulan ini mereka harus memaparkan capaian kinerja masing-masing BUMD tentunya dengan target kerjanya. Hal ini untuk mengevaluasi kekurangan yang dihadapi ataupun target mana yang perlu dikejar. Kemudian saran-saran Pak Bupati seperti apa sehingga BUMD bisa berkembang lebih baik. Dengan begitu akhir tahun bisa mencapai target atau bahkan melampaui target,” jelasnya.
Program Unggulan BUMD Terus Didorong
Cusi menambahkan, seluruh arahan yang disampaikan Bupati Trenggalek akan ditindaklanjuti oleh masing-masing BUMD dan kembali dievaluasi pada forum berikutnya.
Ia mencontohkan sejumlah program yang dinilai berhasil, seperti Kredit Pedagang Pasar (Gangsar) milik BPR Jwalita yang telah berjalan sejak 2016 untuk membantu pedagang pasar terhindar dari praktik rentenir.
Selain itu, program Arisan Sinar juga disebut mendapat respons positif masyarakat. Dari target 4.000 peserta, hingga kini telah diikuti lebih dari 3.800 orang.
Sementara itu, PDAM didorong meningkatkan bisnis air minum dalam kemasan (AMDK) guna memperkuat pendapatan perusahaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sedangkan PT Jwalita Energi Trenggalek (JET) terus mengembangkan program Sangu Sampah yang juga akan disertai pemberian penghargaan kepada sekolah-sekolah.
“Terus untuk PDAM untuk meningkatkan pelayanan itu juga harus mengejar bisnis AMDK-nya. Di mana harapannya dengan meningkatkan bisnis yang dijalankan itu bisa meningkatkan pelayanan juga. Sehingga antara profit dengan pelayanan itu seimbang.
Kemudian PT JET terkait dengan Sangu Sampah, kemudian akan kita bagikan reward di Hari Minggu untuk sekolah-sekolah,” tutup Cusi.











