BUDAYA

Metri Bumi di Gandusari Trenggalek, Bupati Ungkap Musim Kering Air Sawah Tetap Mengalir

×

Metri Bumi di Gandusari Trenggalek, Bupati Ungkap Musim Kering Air Sawah Tetap Mengalir

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Pelaksanaan tradisi metri bumi di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.
Inti Berita:
• Pelaksanaan Metri Bumi di Sumber Gedong, Desa Gandusari, Trenggalek
menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam.
• Keberadaan pohon-pohon besar di sekitar sumber air disebut membuat debit Sumber Gedong tetap mengalir sehingga sawah masyarakat masih dapat ditanami padi meski musim kemarau.

SUARA TRENGGALEK – Kelestarian alam di sekitar sumber mata air menjadi salah satu kunci keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Hal itu terlihat di Sumber Gedong, Komplek Makam Punden Sari, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.

Di tengah musim kemarau panjang, masyarakat setempat masih dapat menanam padi karena debit air dari mata air Sumber Gedong masih mengalir dan mengairi sawah warga.

Kondisi tersebut tidak lepas dari kelestarian alam di sekitar mata air. Sejumlah pohon besar yang telah berusia ratusan tahun masih tumbuh dan terjaga di kawasan tersebut.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan kondisi itu menjadi bukti keharmonisan antara manusia dengan alam.

“Ini pesan, selama kita masih bisa melestarikan seperti ini, alam dengan ijin Tuhan bisa memberikan kebaikan untuk kita. Baik itu berupa panen atau yang lain-lain,” kata Mas Ipin saat melaksanakan upacara adat Metri Bumi di lokasi tersebut, Rabu (26/8/2026).

Metri Bumi sebagai Upaya Menjaga Alam

Menurut Mochamad Nur Arifin, kondisi tersebut menjadi esensi dari pelaksanaan Upacara Adat Metri Bumi yang digagasnya.

Ia berharap masyarakat dapat hidup berdampingan dengan alam dengan cara menjaga kelestariannya.

Kegiatan mendatangi sumber-sumber air, kata dia, bukan berarti menjalankan kegiatan yang menyimpang dari kaidah agama. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian sumber air.

Dalam kegiatan Metri Bumi tersebut, Mas Ipin menyelimuti pohon-pohon besar di sekitar sumber menggunakan kain batik.

Hal itu ditujukan agar masyarakat turut menjaga pohon-pohon tersebut karena keberadaan pohon dinilai berperan menjaga sumber mata air tetap mengalir.

Selain menjaga pohon yang telah ada, Bupati Trenggalek juga menambah vegetasi di sekitar sumber air dengan menanam pohon beringin.

“Ini rangkaian dari kegiatan Hari Jadi, sama dengan yang sebelumnya. Tapi kali ini kita di Desa Gandusari, ada di Punden Sari dan sumbernya Sumber Gedong,” imbuh Mas Ipin.

Pohon Ratusan Tahun Jaga Sumber Air

Mochamad Nur Arifin kembali menegaskan pentingnya keberadaan pohon-pohon besar yang tumbuh di sekitar Sumber Gedong.

“Di sini banyak pohon-pohon yang usianya ratusan tahun. Makanya kalau kita tadi lihat, begitu masuk masih ada sawah-sawah yang meskipun musim kemarau sawahnya masih ditanam padi, karena memang sumbernya masih bagus,” tutupnya.