Inti Berita:
• Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek dihentikan sementara selama masa libur sekolah.
• Kebijakan mengacu pada Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang operasional SPPG saat hari libur.
• SPPG Karangsoko melayani 2.064 keluarga penerima manfaat setiap hari.
SUARA TRENGGALEK – Operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek akan dihentikan sementara selama masa libur sekolah.
Penghentian layanan tersebut berlaku untuk seluruh penerima manfaat, termasuk peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada periode hari libur dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.
Pemilik SPPG Karangsoko Trenggalek, Imam Waldy, mengatakan selama masa libur sekolah kegiatan memasak dan distribusi makanan bergizi dihentikan sepenuhnya.
“Mengikuti menyongsong kegiatan hari libur sekolah itu untuk proses memasak atau distribusi kita libur total,” ujar Imam Waldy saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, penghentian sementara tersebut berdampak pada seluruh penerima manfaat yang selama ini menerima distribusi MBG dari SPPG Karangsoko.
Lebih dari 2.000 Penerima Manfaat Terdampak
Imam yang akrab disapa Kimpling menjelaskan SPPG Karangsoko yang berada di bawah naungan Yayasan Lumbung Boga Sakti saat ini melayani 2.064 keluarga penerima manfaat (KPM) setiap hari.
Selama operasional dihentikan, para relawan yang bertugas di dapur juga tidak menerima insentif maupun bayaran.
“Selama hari libur untuk relawan juga libur total dan tidak menerima insentif atau bayaran,” tegasnya.
Meski demikian, beberapa petugas inti tetap diwajibkan masuk kerja selama masa libur berlangsung.
Kepala Dapur dan Petugas Keamanan Tetap Bertugas
Kimpling menjelaskan bahwa sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN), biaya operasional selama masa libur seperti listrik, air, akses internet, dan insentif petugas keamanan tetap dapat dibiayai melalui anggaran operasional berdasarkan kebutuhan riil.
Sementara itu, kepala dapur, petugas keuangan, dan petugas keamanan tetap menjalankan tugas untuk memastikan kondisi dapur tetap aman dan terawat.
“Mereka masuk untuk memastikan dapur itu tetap dalam keadaan bersih,” katanya.
Kader Posyandu Belum Terima Informasi Resmi
Di sisi lain, informasi penghentian sementara program MBG disebut belum sepenuhnya tersampaikan hingga tingkat kader di desa.
Hal tersebut diungkapkan oleh Usfatul Khasanah, kader Posyandu Pluto sekaligus Person in Charge (PIC) penyaluran SPPG di Desa Karangsoko.
Menurut Usfatul, di wilayahnya terdapat 33 penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Manfaatnya ada, terdapat 33 penerima manfaat kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujarnya.
Namun hingga saat ini, pihak kader mengaku belum menerima informasi resmi mengenai skema penghentian sementara distribusi MBG selama masa libur sekolah.
“Untuk liburan ini, kami belum menerima informasi terkait program ini dilanjutkan atau diliburkan,” ungkapnya.
Program Dinilai Berjalan Baik
Usfatul menuturkan selama program berjalan, distribusi MBG di Desa Karangsoko relatif berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Menurutnya, penghentian layanan dalam jangka waktu panjang belum pernah terjadi sebelumnya, kecuali saat libur Hari Raya.
“Belum ada libur panjang. Sampai saat ini, libur mungkin hanya pas hari raya kemarin saja. Jadi, setelah itu terus berlanjut untuk pemberian MBG bagi 3B,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitas pelayanannya di masa mendatang.
“Saya rasa cukup, mungkin lebih ditingkatkan lagi saja untuk semuanya,” pungkas Usfatul.
Aktivitas Dapur Tetap Berjalan Jelang Libur
Berdasarkan pantauan di SPPG Karangsoko, kondisi dapur terlihat bersih dan tertata. Menjelang siang, sejumlah relawan masih melakukan proses pencucian ompreng atau wadah makanan yang digunakan dalam distribusi MBG.
Para relawan membersihkan sisa makanan dan membilas wadah menggunakan air mengalir sebelum disimpan kembali.
Sementara di pos penyaluran MBG, petugas juga mulai menyiapkan sistem distribusi yang lebih tertata dengan menggunakan wadah nasi kotak baru guna memudahkan proses pengambilan oleh penerima manfaat.











