PERISTIWA

Peternak Kambing di Trenggalek Keluhkan Harga Anjlok, Harap MBG Gunakan Daging Kambing

×

Peternak Kambing di Trenggalek Keluhkan Harga Anjlok, Harap MBG Gunakan Daging Kambing

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Bagus Faturohman, peternak kambing asal Trenggalek yang mengeluhkan harga belum stabil.
Inti Berita:
• Harga kambing di Trenggalek turun sekitar 20 persen dibanding tahun lalu akibat lesunya daya beli masyarakat.
• Menjelang Idul Adha harga kambing kurban mulai naik, namun masih di kisaran Rp3 juta per ekor.
• Peternak berharap program MBG ikut menggunakan daging kambing agar membantu stabilisasi harga dan ekonomi peternak lokal.

SUARA TRENGGALEK Peternak kambing asal Desa Jambu, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Bagus Faturohman mengeluhkan turunnya harga kambing dalam dua bulan terakhir.

Kondisi tersebut disebut dipengaruhi lesunya daya beli masyarakat sehingga penjualan kambing mengalami penurunan signifikan.

“Selama dua bulan terakhir harga kambing, khususnya kambing domba, mulai mengalami penurunan. Mungkin dampaknya dari daya beli masyarakat yang berkurang atau kondisi ekonomi masyarakat seperti sekarang,” ujar Bagus.

Menurutnya, menjelang Hari Raya Idul Adha harga kambing kurban mulai menunjukkan kenaikan meski belum menyamai harga tahun sebelumnya. Kambing jantan yang layak kurban saat ini dijual mulai Rp3 juta per ekor.

“Kalau sekarang menjelang H-2 minggu Idul Adha, kambing untuk kurban sudah mulai stabil dan merangkak naik. Untuk kambing jantan yang pantas kurban harganya sekitar Rp3 juta ke atas,” katanya.

Namun demikian, harga tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, harga kambing kurban bisa mencapai Rp3,5 juta hingga Rp3,7 juta per ekor.

“Kalau tahun lalu harga Rp3,5 juta sampai Rp3,7 juta, tahun ini masih sekitar Rp3 jutaan. Penurunannya sekitar 20 persen dibanding tahun lalu,” jelasnya.

Bagus mengaku kondisi pasar dalam dua bulan terakhir cukup lesu. Jumlah kambing yang dijual peternak meningkat, namun pembeli justru berkurang.

“Peternak yang menjual banyak sekali, tapi pembelinya lesu,” ujarnya.

Selain berharap harga kembali naik menjelang Idul Adha, Bagus juga meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menggunakan daging kambing agar peternak lokal bisa ikut merasakan dampak ekonomi program tersebut.

“Kalau bisa varian daging untuk MBG tidak cuma sapi, tapi juga kambing. Jadi peternak kambing di Kabupaten Trenggalek juga bisa merasakan dampaknya,” katanya.

Menurutnya hingga saat ini belum ada peternak kambing di Trenggalek yang bekerja sama dengan dapur MBG untuk penyediaan daging maupun karkas kambing.

“Sampai sekarang setahu saya belum pernah ada pengambilan daging kambing dari peternak Trenggalek untuk MBG,” ucapnya.
Ia menilai penggunaan daging kambing dalam program MBG bisa membantu menstabilkan harga pasar sekaligus mendukung peternak kecil di daerah.

“Kalau sapi mungkin hanya kalangan tertentuyang bisa beternak. Tapi kambing banyak dipelihara masyarakat menengah ke bawah. Jadi kami berharap MBG juga memakai daging kambing agar peternak lokal ikut terbantu,” pungkasnya.