Inti Berita:
• DPRD Trenggalek menargetkan pembahasan APBD Perubahan 2026 dipercepat agar dapat segera diproses menjadi peraturan daerah.
• Sementara pinjaman daerah Rp 41 miliar untuk pembangunan jalan telah memasuki tahap lelang dan direncanakan digunakan di 12 titik.
SUARA TRENGGALEK – DPRD Kabupaten Trenggalek mempercepat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026.
Langkah ini dilakukan agar sejumlah program yang telah direncanakan, termasuk proses kegiatan penggunaan pinjaman daerah untuk infrastruktur jalan, dapat segera dilaksanakan.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan berdasarkan hasil konfirmasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), nota perubahan APBD dijadwalkan masuk pada 1 September 2026.
“Tadi kita konfirmasi ke TAPD itu tanggal 1 itu sudah masuk nota perubahan APBD,” kata Doding.
Ia berharap pembahasan APBD Perubahan dapat dikebut selama 10 hari. Setelah itu, rencana perubahan APBD akan dikirimkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk diproses menjadi peraturan daerah.
“Mudah-mudahan nanti kita kebut 10 hari bisa selesai sehingga bisa kita kirim rencana tanggal 8 kita kirimkan ke provinsi sehingga jadi peraturan daerah segera bisa cepat dieksekusi di bulan Oktober,” ujarnya.
Di sisi lain, proses penggunaan pinjaman daerah untuk pembangunan infrastruktur jalan saat ini telah memasuki tahap lelang.
Doding mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Tadi kita konfirmasi ke kepala dinas PU bahwa proses untuk yang pinjaman daerah itu sekarang sudah masuk tahap lelang,” ungkapnya.
Ia berharap proses lelang segera menghasilkan pemenang sehingga pekerjaan pembangunan jalan dapat segera dimulai.
“Dan mudah-mudahan kita berharap juga bisa segera ada pemenangnya sehingga bisa segera dikerjakan,” katanya.
Menurut Doding, percepatan pengerjaan jalan diharapkan dapat dilakukan pada musim kemarau karena kondisi tersebut dinilai mendukung pengerjaan jalan hotmix.
“Mumpung kita lagi musim kemarau karena musim kemarau ini kalau bikin jalan hotmic itu pasti hasilnya bagus kan itu,” ujarnya.
“Jadi kita berharap hasilnya bisa bagus-bagus, bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Tangerang,” imbuhnya.
Total pinjaman daerah yang telah disesuaikan menjadi Rp 64,5 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 41 miliar dialokasikan pada 2026 untuk pembangunan infrastruktur jalan.
Sedangkan sekitar Rp 23,5 miliar dialokasikan pada 2027 untuk sektor pariwisata dan kota atraktif.
“Ya, nominalnya dari semula 70 mili itu menjadi 64,5 miliar. Rinciannya untuk 41 miliar itu ada di tahun 2026 untuk infrastruktur jalan tadi.
Sedangkan sisanya sekitar 23,5 miliar itu di 2027 untuk sektor pariwisata dan kota atraktif,” jelasnya.
Dari alokasi Rp 41 miliar untuk infrastruktur jalan tersebut, pembangunan direncanakan tersebar di 12 titik di sejumlah kecamatan di Kabupaten Trenggalek.
“Di jalan rencana ada di 12 titik tersebar ya, tersebar di beberapa kecamatan,” kata Doding.
Sementara itu, sebagian pinjaman untuk sektor pariwisata dialokasikan pada 2027. Salah satu pertimbangannya adalah kompleksitas pembangunan yang membutuhkan tahapan waktu lebih panjang.
Doding mencontohkan rencana pembangunan Hotel Prigi yang masih membutuhkan penyesuaian terkait status lahan dan perencanaan.
Selain anggaran dari pinjaman daerah, dalam APBD Perubahan 2026 terdapat anggaran sekitar Rp40 miliar yang akan tersebar di seluruh Kabupaten Trenggalek.
“Ya itu, jadi anggaran dari pinjaman itu sekitar 41, terus ini di PAK ini ada sekitar 40-an kan gitu yang nanti akan tersebar di seluruh Kabupaten Trenggalek. Dan mudah-mudahan bisa segera kita laksanakan,” tuturnya.











