Inti Berita:
• Tumpukan kayu lapuk di area Bendungan Tugu, Desa Nglinggis, Trenggalek terbakar pada Minggu malam.
• Api berhasil dipadamkan sekitar dua jam setelah kejadian berkat penanganan tim gabungan, tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan.
SUARA TRENGGALEK – Tumpukan berbagai jenis kayu yang sudah lapuk di area Bendungan Tugu, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, terbakar pada Minggu (23/8/2026) malam.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, melaporkan kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan berhasil dipadamkan tim gabungan pada pukul 20.15 WIB.
“Material yang terbakar merupakan tumpukan berbagai jenis kayu lapuk milik BPN yang tersisa dari pembangunan Bendungan Tugu,” tutur Triadi.
Manurut Triadi, peristiwa tersebut pertama kali diketahui seorang warga bernama Tunggak. Setelah melaksanakan salat Magrib sekitar pukul 18.00 WIB, saksi melihat kobaran api yang berada di depan rumahnya.
Saksi kemudian mendatangi lokasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Tugu dan Babinsa Desa Nglinggis sekitar pukul 18.05 WIB.
“Sekitar pukul 18.15 WIB, aparat keamanan mendatangi lokasi kebakaran dan selanjutnya menghubungi Damkar Trenggalek. Satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 19.40 WIB,” paparnya.
Dilokasi, Triadi menuturkan petugas langsung melakukan pemadaman sekaligus menetralkan lokasi agar api tidak menyebar. Api akhirnya berhasil dipadamkan tim gabungan pada pukul 20.15 WIB.
Libatkan Aparat dan Masyarakat
Dijelaskannya, pemadaman melibatkan sejumlah unsur, yakni dua personel TNI, empat polisi, empat personel Damkar, dua anggota TRC Kecamatan Tugu serta tujuh warga sekitar.
Selain melakukan pemadaman, tim gabungan juga membuat sekat bakar atau ilaran untuk mencegah api merambat ke area lain.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material berupa berbagai jenis kayu yang sudah lapuk terbakar,” ungkapnya.
Diimbuhkan Triadi, kebakaran dinilai berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani karena lokasi berada di area terbuka dan terdapat material yang mudah terbakar.
“Namun, respons cepat aparat keamanan, Damkar, TRC dan masyarakat berhasil mengendalikan api sehingga tidak merambat ke area lain,” pungkasnya.











