Inti Berita:
• Tiga proyek infrastruktur yang ditinjau DPRD Trenggalek mendapat dukungan DAK.
• Terdiri dari dua ruas perbaikan jalan di wilayah Durenan dengan nilai kontrak sekitar Rp 10,7 miliar.
• Serta pembangunan Jembatan Kembangsore di Kecamatan Pule senilai sekitar Rp 5,577 miliar.
SUARA TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek bersama Bupati dan jajaran meninjau sejumlah proyek infrastruktur yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Termasuk perbaikan yang ditinjau yakni ruas jalan perbatasan Trenggalek-Tulungagung dan pembangunan Jembatan Kembangsore di Kecamatan Pule.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan terdapat sejumlah titik pekerjaan yang mendapatkan dukungan anggaran DAK.
Untuk perbaikan jalan di wilayah perbatasan Trenggalek-Tulungagung, terdapat dua ruas dengan total anggaran kontrak sekitar Rp10,7 miliar.
“Ini kan ruas perbatasan Trenggalek-Tulungagung, tepatnya di ruas jalan Desa Pandean – Desa Malasan ya ini. Jadi ada anggaran sekitar Rp 6,8 miliar,” kata Doding.
Ruas pertama yakni jalur Desa Pandean-Desa Malasan, Kecamatan Durenan, dengan panjang sekitar 5,6 kilometer.
Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp 6,8 miliar dengan masa pelaksanaan 120 hari. Kontrak dimulai 27 Juli 2026 dan direncanakan berakhir pada 23 November 2026.
“Sementara ruas kedua berada di Dusun Lotekol-Desa Malasan dengan panjang perbaikan sekitar 2,7 kilometer,” jelasnya.
Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp 3,9 miliar dengan masa pelaksanaan 120 hari. Kontrak dimulai pada 27 Juli 2026 dan direncanakan selesai 23 November 2026.
Selain dua ruas jalan tersebut, DAK juga digunakan untuk pembangunan Jembatan Kembangsore di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pule.
“Jembatan tersebut menjadi penghubung Dusun Bangunsari menuju Perempatan Pule,” ungkapnya.
Pekerjaan Jembatan Kembangsore memiliki nilai kontrak sekitar Rp 5,577 miliar dengan masa pelaksanaan 140 hari, terhitung mulai 24 Juli hingga 13 Desember 2026.
Doding Ungkap Kualitas Aspal Hotmix
Dalam peninjauan tersebut, Doding juga menilai kondisi pekerjaan perbaikan jalan cukup baik.
“Ya, alhamdulillah ya lumayan bagus ini, yang ngerjakan nanti aspalnya juga masih panas,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan kualitas aspal hotmix salah satunya berkaitan dengan kadar aspal dan suhu saat proses penghamparan.
“Kalau kualitas aspal hotmix itu kan bagus tidaknya itu dari kualitas kadar aspalnya dan kepanasannya. Kalau masih panas itu kalau digelar seperti ini masih bagus,” jelasnya.
Doding berharap pekerjaan yang mendapatkan dukungan DAK tersebut dapat segera diselesaikan sesuai masa pelaksanaan yang telah ditentukan.
“Mudah-mudahan ini sudah segera selesai,” katanya.
Dengan adanya dukungan DAK dari pemerintah pusat, menurut Doding sejumlah pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Trenggalek tersebut diharapkan dapat berjalan sesuai kontrak dan memberikan manfaat bagi masyarakat.











