BISNIS

Lampaui Target 114 Persen, Perumda Tirta Wening Trenggalek Kumpulkan Laba Rp 300 Juta

×

Lampaui Target 114 Persen, Perumda Tirta Wening Trenggalek Kumpulkan Laba Rp 300 Juta

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Direktur Perumda Tirta Wening Trenggalek, Khoirul Ansori.
Inti Berita:
• Perumda Tirta Wening Kabupaten Trenggalek mencatat realisasi penerimaan laba hingga awal November 2026 sebesar Rp 300 juta (114 persen dari target Rp 248 juta) atau surplus Rp 52 juta.
​• Unit usaha air minum dalam kemasan (AMDK) Tirta Pure kebanjiran permintaan hingga tidak memiliki stok barang jadi di gudang meskipun jam kerja produksi telah ditambah menjadi dua sif.

SUARA TRENGGALEK – Perumda Tirta Wening Kabupaten Trenggalek mencatat capaian kinerja keuangan di atas target pada akhir tahun ini.

Hingga awal November 2026, perusahaan daerah tersebut menyebut realisasi penerimaan telah mencapai sekitar Rp 300 juta dari target Rp 248 juta.

Hal itu disampaika Direktur Utama Perumda Tirta Wening, Khoirul Ansori setelah menerima kunjungan kerja dari Komisi II DPRD Trenggalek.

Ia mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama jajaran internal perusahaan serta dukungan pemerintah daerah, baik legislatif maupun eksekutif.

“Dari target keseluruhan, target penerimaan itu kita bisa mencapai 114 persen untuk keuntungan,” kata Khoirul.

Ia menyebut, Perumda Tirta Wening masih berupaya meningkatkan capaian pada triwulan IV agar target yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek dapat terpenuhi.

“Dari target Rp 248 juta, kami sudah sampai dengan hari ini kurang lebih Rp 300 juta. Ada kelebihan kurang lebih Rp 52 juta,” ujarnya.

Capaian tersebut merupakan akumulasi kinerja Perumda Tirta Wening, termasuk unit usaha air minum dalam kemasan (AMDK) Tirta Pure.

Saat ini, usaha AMDK tersebut masih menjadi bagian dari Perumda Tirta Wening dan belum dipisahkan sebagai unit usaha tersendiri.

Di sisi lain, permintaan pasar terhadap produk Tirta Pure disebut masih belum dapat terpenuhi seluruhnya.

Khoirul mengatakan pangsa pasar AMDK masih terbuka luas, sementara kapasitas produksi perusahaan saat ini belum mampu mengimbangi permintaan.

Bahkan, meski perusahaan telah meningkatkan kapasitas produksi dengan menambah jam kerja dari satu sif menjadi dua sif, persediaan produk jadi di gudang masih belum tersedia.

“Jadi sampai dengan hari ini pun tidak ada stok barang jadi di gudang. Produksi hari ini langsung terkirim hari ini,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat perusahaan belum bisa memenuhi seluruh pesanan dalam jumlah besar pada hari yang sama.

Permintaan sekitar 100 hingga 200 karton, misalnya, terkadang baru dapat dipenuhi pada hari berikutnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Perumda Tirta Wening berencana meningkatkan kapasitas mesin dan menambah sif kerja.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperbesar kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan pasar.

Khoirul juga menjelaskan, pengembangan AMDK menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kontribusi pendapatan perusahaan.

Target pendapatan dari unit usaha AMDK ditetapkan minimal 10 persen dari target pendapatan penjualan air.

“Jadi ketika misalnya pendapatan air itu Rp1,1 miliar, maka pendapatan AMDK minimal Rp110 juta. Jadi bisa mendukung keseluruhan operasional perusahaan,” terangnya.

Ke depan, Perumda Tirta Wening menargetkan capaian pendapatan tetap berada di atas 100 persen dari target yang ditetapkan.

Perusahaan juga berupaya mengembangkan Tirta Pure agar mampu menjangkau kebutuhan pasar yang lebih luas.