BISNIS

Ungguli Kriya dan Kuliner, Seni Pertunjukan Trenggalek Jadi Ekonomi Kreatif Utama

×

Ungguli Kriya dan Kuliner, Seni Pertunjukan Trenggalek Jadi Ekonomi Kreatif Utama

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kegiatan seni pertunjukan saat kegiatan pelatihan dan sosial ekonomi kreatif.
Inti Berita:
• Seni pertunjukan resmi menjadi subsektor ekonomi kreatif paling menonjol di Kabupaten Trenggalek, mengungguli seni kriya dan kuliner berdasarkan Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) 2024 dan 2025.
• ​Plt Kepala Disparbud Trenggalek Tony Widianto menjelaskan indikator utama penilaian terletak pada tingginya frekuensi event seni-budaya warga secara berjenjang, mulai dari tingkat RT, musyawarah desa, kecamatan, hingga gelaran Hari Jadi Trenggalek.

SUARA TRENGGALEK – Seni pertunjukan menjadi subsektor ekonomi kreatif unggulan Kabupaten Trenggalek.

Penilaian tersebut didasarkan pada aktivitas penyelenggaraan seni dan budaya yang berlangsung secara berjenjang, mulai dari lingkungan desa hingga tingkat kabupaten.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Tony Widianto, mengatakan berdasarkan hasil Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) tahun 2024 dan 2025 yang didampingi Kementerian Ekonomi Kreatif, terdapat tiga subsektor unggulan di Trenggalek.

Ketiganya meliputi seni pertunjukan, seni kriya, dan kuliner. Namun, seni pertunjukan menjadi subsektor yang paling menonjol dibandingkan dua sektor lainnya.

“Yang paling diunggulkan itu adalah seni pertunjukan,” kata Tony.

Menurutnya, penilaian tersebut melihat banyaknya penyelenggaraan kegiatan kesenian dan budaya di Trenggalek.

Aktivitas itu berlangsung mulai dari lingkup terkecil, seperti lingkungan RT dan desa melalui musyawarah desa, hingga tingkat kecamatan dan kabupaten.

Berbagai kegiatan, mulai dari peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus hingga rangkaian peringatan Hari Jadi Trenggalek, turut menjadi bagian dari ekosistem seni pertunjukan daerah.

Tony menambahkan, penguatan subsektor ekonomi kreatif tersebut juga didukung melalui kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pelaku pariwisata.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif atas inisiasi Novita Hardini pada masa sebelumnya.

Program serupa juga dilaksanakan di wilayah daerah pemilihan Jawa Timur, sementara Trenggalek mendapat dukungan peningkatan kapasitas di bidang ekonomi kreatif dan pariwisata.

Untuk sektor pariwisata, peningkatan kapasitas diarahkan kepada para pelaku event. Menurut Tony, penguatan pelaku event juga berkaitan erat dengan pengembangan ekonomi kreatif.

Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut atas penetapan Kabupaten Trenggalek sebagai Kabupaten Kreatif pada 2025.

“Dari sisi peningkatan kapasitas SDM, pelatihan ini sangat membantu kami di tengah keterbatasan anggaran untuk penguatan kapasitas SDM ekonomi kreatif maupun kelembagaannya,” ujarnya.

Tony menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut karena melibatkan banyak pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata.

Ia berharap dukungan peningkatan kapasitas dapat memperkuat kemampuan pelaku sekaligus mendorong pengembangan sektor kreatif di Trenggalek.