BISNIS

Stok BBM di Trenggalek Aman, Antrean Panjang Bukan Kelangkaan Tapi Peralihan Konsumen

×

Stok BBM di Trenggalek Aman, Antrean Panjang Bukan Kelangkaan Tapi Peralihan Konsumen

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Petugas SPBU PT JET Trenggalek saat melayani konsumen.
Inti Berita:
​• PT Jwalita Energi Trenggalek (JET) memastikan stok BBM, khususnya Pertalite dan Solar, dalam kondisi aman hingga akhir tahun di SPBU miliknya.
• ​Antrean kendaraan yang mengular dipastikan bukan karena kelangkaan, melainkan akibat fenomena peralihan sebagian pengguna sepeda motor dari Pertamax ke Pertalite yang memicu kepadatan di jam-jam sibuk pagi hari.

SUARA TRENGGALEK – PT Jwalita Energi Trenggalek (JET) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam kondisi aman.

Antrean kendaraan yang terkadang terlihat lebih panjang disebut bukan disebabkan kelangkaan BBM, melainkan peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite.

Direktur PT JET Kabupaten Trenggalek, Mardianto Harahap, mengatakan stok BBM, terutama Pertalite dan solar, hingga saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kalau untuk stok BBM kita relatif aman ya, tidak ada masalah,” terang Mardianto.

Menurutnya, antrean yang terlihat lebih panjang terjadi karena sebagian masyarakat beralih menggunakan Pertalite setelah mempertimbangkan perbedaan harga dengan Pertamax.

Peralihan tersebut, kata dia, lebih banyak terjadi pada pengguna sepeda motor. Antrean biasanya terlihat pada pagi hari ketika masyarakat mulai beraktivitas dan berangkat bekerja.

“Cuma memang kalau antrean kita lihat agak panjang itu hanya karena peralihan memang mereka dari Pertamax menjadi Pertalite,” jelasnya.

Mardianto menegaskan, kondisi tersebut tidak menunjukkan adanya kelangkaan atau kekosongan BBM.

Jika sesekali terjadi kekosongan stok, hal itu umumnya karena tingginya permintaan sehingga pihaknya harus menunggu pasokan berikutnya tiba.

“Jadi kalaupun ada kekosongan itu hanya karena kita menunggu volume permintaan yang cukup tinggi dan kemudian kita menunggu kedatangan. Tapi masalah BBM habis dan langka itu tidak ada masalah,” ungkapnya.

Kuota BBM Dijaga hingga Akhir Tahun

Terkait kuota, Mardianto menyebut ketersediaan BBM PT JET diperkirakan tetap aman hingga akhir tahun. Khusus solar, kuota telah diatur oleh Pertamina berdasarkan alokasi bulanan dan tahunan.

Karena itu, PT JET harus mengendalikan penyaluran agar penggunaan BBM tidak melampaui alokasi yang telah ditetapkan.

Apabila kebutuhan meningkat dan alokasi yang tersedia tidak mencukupi, perusahaan dapat mengajukan tambahan pasokan kepada Pertamina melalui surat permohonan.

Mardianto mencontohkan, permintaan tambahan pernah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penyaluran di wilayah Prigi ketika pasokan sedang menunggu kedatangan.

“Contohnya melayani di Prigi butuh karena di sana mungkin sedang menunggu kedatangan. Nah, maka kami bersurat kepada SDM kami untuk bisa dibantu. Dan akhirnya biasanya kita dibantu,” katanya.

Ia kembali memastikan, hingga saat ini pasokan BBM di SPBU PT JET tidak mengalami kendala berarti.

Antrean yang terjadi pun dinilai masih berkaitan dengan perubahan pilihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite, bukan akibat kelangkaan BBM.