BISNIS

Warga Trenggalek Jangan Buang Jelantah Sembarangan, Minyak Goreng Bekas Dihargai Rp 8.000 Per Kilogram

×

Warga Trenggalek Jangan Buang Jelantah Sembarangan, Minyak Goreng Bekas Dihargai Rp 8.000 Per Kilogram

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
PT JET siap membeli minyak jelantah dari warga Trenggalek.
Inti Berita:
• PT JET (BUMD Trenggalek) sukses mengumpulkan sekitar 1,8 ton minyak jelantah dalam satu bulan terakhir sebagai bagian dari edukasi penanganan limbah rumah tangga dan aksi mendukung slogan Net Zero Carbon.
• ​Minyak jelantah dibeli seharga Rp8.000/kg (harga fluktuatif) tanpa batas minimal setoran, di mana masyarakat, sekolah, hingga OPD bisa menukarkannya dengan uang tunai atau voucher BBM nonsubsidi (Pertamax/Pertamina Dex).

SUARA TRENGGALEK – PT JET merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) di bidang energi, terus menjalankan program pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat Trenggalek.

Selama tiga tahun terakhir, program tersebut tidak hanya menjadi upaya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi warga.

Saat ini, PT JET membeli minyak jelantah dengan harga Rp 8.000 per kilogram. Dalam satu bulan terakhir, perusahaan tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 1,8 ton atau setara 1.800 kilogram minyak goreng bekas.

Staf PT JET, Muhammad Agus Mahardika, mengatakan program pengumpulan minyak jelantah terbuka bagi masyarakat umum, lembaga pendidikan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Trenggalek.

“Untuk bulan ini, alhamdulillah kami bisa mengumpulkan kurang lebih sekitar 1,8 ton. Kalau dikonversikan menjadi kilogram, sekitar 1.800 kilogram,” ujar Agus Mahardika, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan, penyetoran minyak jelantah dilakukan secara rutin setiap bulan. PT JET juga tidak menetapkan batas minimal volume setoran sehingga masyarakat tetap bisa menjual minyak jelantah meskipun jumlahnya sedikit.

“Jadi, kami tidak membatasi. Mau sedikit atau banyak, tetap bisa disetorkan,” jelasnya.

Bisa Ditukar Uang Tunai atau Voucher BBM
Masyarakat yang ingin menjual minyak jelantah dapat mendatangi kantor PT JET di SPBU depan Terminal Trenggalek, Jalan Kimangunsarkoro.

Penyetoran juga bisa dikoordinasikan melalui nomor ponsel pihak perusahaan. Untuk setoran dalam jumlah besar, PT JET dapat membantu mengambil minyak jelantah langsung ke lokasi penyetor.

Agus mengatakan, pembayaran hasil penjualan minyak jelantah tersedia dalam dua pilihan, yakni uang tunai atau voucher bahan bakar minyak (BBM).

Voucher tersebut dapat digunakan untuk membeli BBM nonsubsidi di SPBU PT JET, yakni Pertamax atau Pertamina Dex.

Ia menambahkan, harga minyak jelantah mengikuti kondisi pasar sehingga dapat berubah sewaktu-waktu. Bahkan, perubahan harga bisa terjadi dalam hitungan satu pekan.

“Harga jelantah ini fluktuatif. Kadang dalam satu minggu bisa berubah harga. Namun, untuk saat ini harganya sedang naik dan bagus, yaitu Rp 8.000 per kilogram,” ungkapnya.

Menurut Agus, program tersebut berawal dari kebiasaan sebagian masyarakat yang masih membuang minyak goreng bekas ke selokan atau tanah.

Melalui sosialisasi dan kampanye, PT JET berupaya mengubah kebiasaan tersebut dengan mengenalkan nilai ekonomi minyak jelantah.

Ia berharap masyarakat semakin memahami bahwa limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata masih bisa dimanfaatkan dan menghasilkan uang.

Selain memberikan manfaat ekonomi, pengumpulan minyak jelantah juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan di Kabupaten Trenggalek.

“Harapannya, selain kita menjaga lingkungan, Trenggalek ini kan punya slogan net zero carbon. Intinya, lingkungan kita selalu dijaga agar tetap asri untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.

Agus mengajak masyarakat mengumpulkan minyak jelantah dan tidak lagi membuangnya sembarangan. Dengan begitu, limbah rumah tangga tersebut dapat dimanfaatkan sekaligus memberikan nilai tambah bagi warga.

“Dari situ ternyata limbah yang selama ini kita kesampingkan dan kita acuh terhadap limbah itu ternyata ada nilainya,” tutupnya.