BISNIS

Bukan Cuma Seni Pertunjukan, Novita Hardini Buka Peluang Ekraf Sektor E-Sports untuk Anak Muda Trenggalek

×

Bukan Cuma Seni Pertunjukan, Novita Hardini Buka Peluang Ekraf Sektor E-Sports untuk Anak Muda Trenggalek

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Anggota DPR RI Novita Hardini saat menyerahkan bingkisan kepada sejumlah pelaku ekonomi kreatif
Inti Berita:
• Seni pertunjukan, kriya, dan kuliner resmi ditetapkan sebagai 3 subsektor ekraf unggulan Trenggalek berdasarkan hasil Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), dengan seni pertunjukan meraih skor paling menonjol.
• ​Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong perluasan ke subsektor gaming, musik, dan seni peran hingga tingkat desa agar aktivitas anak muda yang selama ini dianggap hobi/tantangan orang tua bisa diubah menjadi peluang ekonomi.

SUARA TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek memiliki tiga subsektor ekonomi kreatif unggulan, yakni seni pertunjukan, seni kriya, dan kuliner.

Dari ketiganya, seni pertunjukan menjadi subsektor yang paling menonjol berdasarkan hasil Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) 2024 dan 2025.

Penetapan Trenggalek sebagai Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) di bidang seni pertunjukan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pengembangan ekonomi kreatif daerah.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif di Trenggalek tidak hanya akan berfokus pada seni pertunjukan.

Pemerintah juga perlu mendorong subsektor seni musik, seni peran, hingga gim atau gaming, khususnya untuk membuka peluang bagi generasi muda.

Hal itu disampaikan Novita saat menghadiri program pelatihan ekonomi kreatif dan pariwisata di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, gaming selama ini kerap menjadi tantangan bagi orang tua dalam membatasi aktivitas anak. Namun, jika diarahkan dan dibina dengan baik, bidang tersebut juga berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi anak muda.

“Bagi orang tua kita melihat bahwa gaming itu situasi yang sedikit menantang bagi orang tua untuk membatasi anak. Tapi ini juga menjadi peluang bahwa gaming juga bisa mendapatkan sumber-sumber pendapatan bagi anak-anak selama didukung dan dibina dengan baik,” kata Novita.

Ia berharap pengembangan seni musik, seni peran, dan gaming dapat tumbuh di tingkat desa.

Dengan demikian, setiap desa yang mengembangkan potensi tersebut bisa menjadi bagian dari ekosistem desa kreatif di Trenggalek.

“Jadi ke depan mungkin saya akan mendorong bagaimana aktivasi gaming, kemudian seni peran, seni musik ini lahir di setiap desa-desa yang ada di Kabupaten Trenggalek yang menjadi desa kreatif,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Tony Widianto, menjelaskan bahwa penetapan subsektor unggulan daerah mengacu pada hasil PMK3I tahun 2024 dan 2025 yang didampingi Kementerian Ekonomi Kreatif.

Dari 21 subsektor ekonomi kreatif, terdapat tiga bidang yang menjadi unggulan Trenggalek, yakni seni pertunjukan, seni kriya, dan kuliner. Namun, seni pertunjukan memperoleh penilaian paling menonjol.

Tony menjelaskan, penilaian tersebut antara lain melihat intensitas penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya di berbagai tingkatan, mulai dari lingkungan RT, desa melalui musyawarah desa (Musdes), kecamatan, hingga kabupaten.

Kegiatan kesenian dalam peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus maupun rangkaian Hari Jadi Trenggalek menjadi bagian dari aktivitas yang turut memperkuat subsektor seni pertunjukan.

“Jadi seni pertunjukan, kemudian seni kriya dan juga kuliner. Tapi yang paling diunggulkan itu adalah seni pertunjukan,” tutur Tony.