WISATA

Genjot Desa di Trenggalek Aktifkan Ekosistem Kreatif, Anggota DPR RI Novita Hardini Fasilitasi Pelatihan Ekraf

×

Genjot Desa di Trenggalek Aktifkan Ekosistem Kreatif, Anggota DPR RI Novita Hardini Fasilitasi Pelatihan Ekraf

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Sambutan Anggota DPR RI Novita Hardini dalam kegiatan pelatihan ekonomi kreatif.
Inti Berita:
• Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong 157 desa di Trenggalek mengaktifkan potensi desa kreatif dan pariwisata lewat pelatihan ekraf di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, sebagai tindak lanjut status Kabupaten Kreatif (KaTa Kreatif) 2025.
​• Pengembangan ekraf tidak hanya berfokus pada seni pertunjukan, kriya, dan kuliner, tetapi juga diperluas ke seni musik, seni peran, hingga industri gaming dan akses permodalan UMKM melalui Panja DPR RI.

SUARA TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong 157 desa di Kabupaten Trenggalek mengaktifkan potensi desa kreatif untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Dorongan tersebut disampaikan dalam program pelatihan ekonomi kreatif dan pariwisata yang digelar di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menindaklanjuti penetapan Trenggalek sebagai Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) pada tahun 2025, dengan seni pertunjukan sebagai subsektor unggulan.

Novita mengatakan, pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif sekaligus mendorong pengembangan desa wisata yang mampu menghasilkan nilai ekonomi melalui berbagai inovasi.

“Pertama, kami ingin memberikan pelatihan ekonomi kreatif kepada teman-teman pelaku ekonomi kreatif. Bagaimana membangun desa wisata yang bisa menghasilkan potensi ekonomi yang besar dengan cara-cara kreatif,” ujarnya.

Selain pelatihan, Novita menyebut dukungan terhadap Desa Jajar juga diwujudkan melalui bantuan infrastruktur berupa penerangan jalan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmennya mendukung pembangunan Trenggalek melalui sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan infrastruktur.

Ia juga menyampaikan bahwa proposal program pembangunan yang dibawa Bupati Trenggalek ke tingkat pusat telah mendapatkan persetujuan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Nilai program yang disebutnya mencapai sekitar Rp 70 miliar hingga Rp 80 miliar pada tahun ini.

Novita menegaskan, pengembangan ekonomi kreatif perlu berjalan beriringan dengan upaya memperluas akses pelaku usaha terhadap program pemerintah pusat, termasuk dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian UMKM.

Ia mengaku ingin menjangkau pelaku UMKM untuk menyerap aspirasi, terutama terkait persoalan akses keuangan dan permodalan. Novita menyebut dirinya terpilih menjadi bagian dari Panitia Kerja (Panja) permodalan.

Dorong Seni Musik, Seni Peran, hingga Gaming

Meski seni pertunjukan menjadi subsektor unggulan Trenggalek, Novita ingin pengembangan ekonomi kreatif di daerah juga mencakup seni musik, seni peran, dan gaming atau permainan digital.

Menurutnya, gaming tidak hanya menjadi tantangan bagi orang tua dalam mengatur aktivitas anak, tetapi juga dapat membuka peluang pendapatan bagi generasi muda apabila dibina secara tepat.

Karena itu, ia mendorong agar potensi seni musik, seni peran, dan gaming dapat tumbuh di desa-desa yang mengembangkan ekosistem kreatif.

Program aktivasi desa kreatif tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi 157 desa di Trenggalek untuk menggali dan mengembangkan potensi masing-masing.

Trenggalek Punya Tiga Subsektor Unggulan

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Tony Widianto, mengatakan pelatihan tersebut menjadi dukungan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan ekonomi kreatif.

Menurut Tony, kegiatan itu merupakan tindak lanjut penetapan Trenggalek sebagai Kabupaten Kreatif pada 2025. Pelatihan juga membantu pemerintah daerah memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif di tengah keterbatasan anggaran.

“Dari sisi peningkatan kapasitas SDM, pelatihan ini sangat membantu kami di tengah keterbatasan anggaran untuk penguatan kapasitas SDM ekonomi kreatif maupun kelembagaannya,” tuturnya.

Tony menjelaskan, berdasarkan Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) pada 2024 dan 2025 yang didampingi Kementerian Ekonomi Kreatif, Trenggalek memiliki tiga subsektor unggulan, yakni seni pertunjukan, seni kriya, dan kuliner.

Namun, seni pertunjukan menjadi subsektor yang paling menonjol. Penilaian tersebut mempertimbangkan aktivitas penyelenggaraan kesenian dan budaya melalui berbagai pertunjukan, mulai dari tingkat lingkungan RT dan desa hingga kecamatan dan kabupaten.

Kegiatan seni dalam peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus hingga rangkaian Hari Jadi Trenggalek menjadi bagian dari aktivitas yang mendukung pengembangan subsektor tersebut.

Tony berharap pelatihan dapat memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif sekaligus mendorong pengembangan potensi lokal agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.