Inti Berita:
• SPPG Karangsoko 1 menyatakan kesiapan operasional MBG telah mencapai lebih dari 90 persen dan siap mulai menyalurkan makanan pada awal tahun ajaran 2026/2027.
• Dapur tersebut akan melayani sekitar 2.600 penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik dan kelompok 3B.
• Sementara itu, BGN masih menyelesaikan verifikasi dapur serta memastikan kesiapan operasional sebelum program kembali berjalan penuh.
SUARA TRENGGALEK – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangsoko 1, Kabupaten Trenggalek, menyatakan kesiapan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai lebih dari 90 persen menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran 2026/2027.
Hal itu didampaikan Kepala SPPG Karangsoko 1, Muhammad Afrizal Dwi Prabowo. Ia mengatakan saat ini pihaknya hanya tinggal menunggu validasi data peserta didik baru dari sekolah agar penyaluran makanan dapat berjalan sesuai sasaran.
“Untuk progres dari dapur kami insyaallah sudah 90 persen ke atas. Tinggal menunggu validasi data dari para guru untuk menyesuaikan data peserta didik baru,” ujar Afrizal.
Ia memastikan dapur siap mulai beroperasi pada hari pertama masuk sekolah apabila pelaksanaan berjalan sesuai jadwal dan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Insyaallah kalau sesuai jadwal dan sesuai arahan, besok Senin itu sudah awal running,” katanya.
Layani Sekitar 2.600 Penerima Manfaat
Afrizal menjelaskan, untuk sementara jumlah penerima manfaat yang dilayani di SPPG Karangsoko 1 tidak mengalami perubahan. Total penerima manfaat mencapai sekitar 2.600 orang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 2.300 merupakan peserta didik di satuan pendidikan, sedangkan sekitar 300 lainnya berasal dari kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Untuk 3B sementara kami tetap melayani yang ada. Di dapur kami terutama masih melayani sekitar 2.600 kurang lebih. Untuk 3B sekitar 300, sedangkan untuk pendidikan sekitar 2.300,” jelasnya.
Terkait sasaran peserta didik, Afrizal mengatakan hingga kini pihaknya masih melayani seluruh jenjang pendidikan mulai PAUD dan TK hingga SMA.
“Untuk arahan terbaru memang masih simpang siur, tetapi yang sekarang kami jalani tetap mulai TK, PAUD sampai dengan SMA tetap kami layani,” ujarnya.
BGN Masih Verifikasi Dapur
Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Badan Gizi Nasional Kabupaten Trenggalek, Shiella Ammanda mengatakan operasional Program MBG akan kembali berjalan efektif setelah libur sekolah berakhir bersamaan dengan dimulainya KBM tahun ajaran baru 2026/2027.
“Persiapan operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek akan dilakukan secara efektif pasca libur sekolah, yaitu bersamaan dengan dimulainya kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027,” ujarnya.
Shiella menambahkan, jumlah dapur yang akan langsung beroperasi pada awal tahun ajaran baru masih dalam proses pendataan dan verifikasi.
“Untuk jumlah pasti dapur yang akan langsung beroperasi pasca libur ini, statusnya masih dalam proses pendataan. Kami sedang melakukan verifikasi akhir untuk memastikan dapur-dapur tersebut siap menyuplai makanan sesuai standar begitu KBM dimulai,” katanya.
Ia memastikan sasaran penerima manfaat MBG di Trenggalek belum mengalami perubahan. Program tetap menyasar peserta didik di satuan pendidikan serta kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.











