Inti Berita:
• PT BPR Jwalita mencatat laba bersih sekitar Rp 2,8 miliar.
• Setoran dividen ke Pemkab Trenggalek mencapai Rp 1,48 miliar.
• Pemkab Trenggalek menguasai 98,7 persen saham BPR Jwalita.
• Penyertaan modal Rp 10 miliar disiapkan pada 2027 dan 2028.
SUARA TRENGGALEK – PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Jwalita Perseroda Trenggalek terus menunjukkan kinerja positif, bahkan menjadi satu-satunya BUMD yang berhasil menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbanyak.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek itu berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 2,8 miliar dan menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 1,48 miliar.
Dengan prestasi tersebut, perusahaan daerah yang bergerak di sektor perbankan tersebut dinilai menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan performa terbaik di Kabupaten Trenggalek.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Trenggalek, Cusi Kurniawati mengatakan hingga saat ini nilai saham yang dimiliki BPR Jwalita mencapai Rp 20,837 miliar.
“Modal atau saham yang dimiliki di BPR Jwalita sampai saat ini Rp 20.837.000.000. Ini terdiri dari mayoritas milik Pemda sebesar 98,7 persen dan sisanya 1,3 persen milik non-Pemda,” ujar Cusi, Senin (15/6/2026).
Dari sisi kinerja keuangan, BPR Jwalita berhasil membukukan laba bersih sekitar Rp 2,8 miliar. Sementara kontribusi yang diberikan kepada pemerintah daerah melalui dividen atau setoran pendapatan daerah mencapai Rp 1,48 miliar di tahun 2025.
“Untuk laba bersih Rp 2,8 miliar dan setoran ke PAD sebesar Rp 1,483 miliar. Jadi ini kinerja yang sangat bagus. Dari empat BUMD yang ada, kinerja PT BPR Jwalita ini yang terbaik,” katanya.
Pemkab Siapkan Tambahan Modal Rp10 Miliar
Untuk memperkuat kapasitas usaha BPR Jwalita, Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang penyertaan modal senilai Rp 10 miliar.
Tambahan modal tersebut akan diberikan secara bertahap dalam dua tahun, masing-masing Rp 5 miliar pada tahun 2027 dan Rp 5 miliar pada tahun 2028.
“Perda penyertaan modal sudah disahkan. Nilainya Rp 10 miliar yang dibagi dalam dua tahun, yaitu 2027 dan 2028 masing-masing Rp 5 miliar agar tidak terlalu berat,” jelas Cusi.
Dengan tambahan modal tersebut, total nilai saham yang ada di BPR Jwalita nantinya akan meningkat menjadi sekitar Rp 30,8 miliar.
Menurutnya, penambahan modal akan memperkuat kemampuan bisnis dan meningkatkan kinerja perusahaan ke depan.
“Harapannya dengan bertambahnya jumlah saham atau modal, otomatis bisa meningkatkan kinerja perusahaan,” ujarnya.
Fokus Perkuat Pembiayaan UMKM
Cusi menambahkan, perubahan nomenklatur dari Bank Perkreditan Rakyat menjadi Bank Perekonomian Rakyat juga membuka peluang lebih luas bagi pengembangan bisnis perusahaan.
Dengan ruang lingkup usaha yang semakin besar, BPR Jwalita diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Secara nama sekarang menjadi Bank Perekonomian Rakyat. Ini akan memperluas ruang lingkup bisnisnya sehingga nanti bisa lebih membantu meningkatkan perekonomian di Trenggalek, terutama sektor UMKM,” katanya.
Dari sisi pelayanan, BPR Jwalita juga terus berupaya memberikan kemudahan kepada masyarakat. Proses kredit diklaim lebih cepat dengan pelayanan yang mengedepankan prinsip pelayanan prima.
“Kredit lebih mudah. Siap untuk pelayanan prima. Jika perlu diantar dan satu hari langsung cair,” pungkasnya.











