Inti Berita:
• Dinkes Trenggalek menggelar Cek Kesehatan Gratis di Ponpes Ar-Ridwan.
• Sebanyak 700 santri mengikuti pemeriksaan kesehatan.
• Pemeriksaan meliputi cek gizi, penyakit tidak menular, TBC, mata, dan telinga.
SUARA TRENGGALEK – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Trenggalek terus memasifkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk seluruh kelompok usia.
Kali ini, program tersebut digelar di Pondok Pesantren Ar-Ridwan, Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek serta pondok pesantren lain di wilayah setempat, Jumat (29/5/2026).
Sebanyak 700 santri dan santriwati mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan melalui kerja sama antara Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Dinas Kesehatan PPKB Trenggalek, dan pihak pondok pesantren.
Usai pelaksanaan CKG, Plt Kepala Dinas Kesehatan PPKB Trenggalek, drg. Andiek Muarifin mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pemeriksaan kesehatan berkelanjutan di Kabupaten Trenggalek.
“Hari ini kita mengadakan kegiatan cek kesehatan gratis atau CKG di Pondok Pesantren Ar-Ridwan. Kegiatan ini atas inisiasi dari Kemenko PMK, kemudian kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek beserta Pondok Pesantren Ar-Ridwan,” ujarnya.
Menurut Andiek, sasaran pemeriksaan kali ini mencapai sekitar 700 santri. Pemeriksaan meliputi skrining penyakit tidak menular, pemeriksaan status gizi, tumbuh kembang, kesehatan mata dan telinga, hingga skrining tuberkulosis (TBC).
“Kegiatan CKG ini meliputi pemeriksaan penyakit tidak menular, termasuk tumbuh kembang anak, status gizi, indra penglihatan, indra pendengaran, kondisi kesehatan gizi, dan skrining penyakit TBC,” jelasnya.
Ia berharap melalui pemeriksaan tersebut, kondisi kesehatan santri dapat terdeteksi lebih dini sehingga bisa segera dilakukan tindak lanjut apabila ditemukan masalah kesehatan.
“Kalaupun nanti diketahui atau terdeteksi, akan bisa ditindak lanjuti secara dini supaya tidak memperparah kondisinya,” imbuhnya.
Andiek menjelaskan program CKG di Trenggalek sudah berjalan sejak Februari 2025 dan akan terus dilaksanakan setiap tahun dengan menyasar seluruh siklus hidup masyarakat.
Untuk tahun 2026, Dinas Kesehatan menargetkan cakupan pemeriksaan kesehatan mencapai 46 persen dari total penduduk Trenggalek atau sekitar 345 ribu jiwa.
“Hingga Mei ini capaian kita sekitar 19,45 persen atau sebanyak 147.075 jiwa dari semua kelompok usia,” katanya.
Dalam pelaksanaan pemeriksaan di Pondok Pesantren Ar-Ridwan, Dinkes Trenggalek menerjunkan 10 tim dari 10 Puskesmas berbeda guna mempercepat pelayanan terhadap ratusan santri.
Sementara itu, salah satu santri MTS Muallimin Muallimat Ar-Ridwan, Arkhan Favian Haidar Rizqi mengaku baru pertama kali mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
Ia menjalani sejumlah pemeriksaan mulai dari tinggi badan, berat badan hingga cek gula darah.
“Tadi diperiksa tinggi badan, berat badan, cek gula darah. Alhamdulillah hasilnya sehat,” ujarnya.
Arkhan menilai program tersebut sangat bermanfaat bagi para santri untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.
“Ini sangat bermanfaat,” katanya.
Ia juga mengaku mendapat sejumlah saran kesehatan dari tenaga medis, mulai menjaga pola makan hingga menjaga kebersihan diri.
“Tadi disarankan sikat gigi sebelum tidur, jaga kesehatan, makan teratur,” tandasnya.











