Inti Berita:
• Kuota PBID Trenggalek tersisa sekitar 5 ribu peserta hingga Mei 2026
• Total kuota tahun ini sekitar 52 ribu peserta
• Prioritas untuk warga PBIJK yang dinonaktifkan
• Perbedaan PBIJK (pusat) dan PBID (daerah) ada di sumber dana
SUARA TRENGGALEK – Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek mencatat kuota Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) atau jaminan kesehatan yang dibiayai APBD masih tersedia sekitar 5 ribu peserta hingga Mei 2026.
Dengan adanya sisa kuota tersebut, BPJS PBI daerah dapat dimanfaatkan untuk pengusulan masyarakat kurang mampu sebagai penerima manfaat.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Trenggalek, Soelung Prasetyo Raharjeng Sidjoe menjelaskan total kuota PBID tahun ini mencapai sekitar 52 ribu peserta.
“Dari kuota sekitar 52 ribu untuk Kabupaten Trenggalek, sampai dengan bulan Mei ini masih tersisa sekitar 5 ribu,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Ia juga menyebut, jika sisa kuota tersebut bisa dimanfaatkan untuk menampung usulan dari peserta PBI Jaminan Kesehatan dari pusat (PBIJK) yang dinonaktifkan.
“Yang dinonaktifkan dan tidak bisa direaktivasi, bisa diusulkan ke PBI daerah,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terkait mekanisme pemutakhiran data kesejahteraan atau desil, Soelung menjelaskan terdapat dua jalur pengusulan, yakni mandiri dan melalui pemerintah.
“Kalau mandiri bisa melalui aplikasi cek bansos. Kalau melalui pemerintah bisa lewat desa atau dinas sosial,” katanya.
Namun, ia mengingatkan pengusulan melalui dinas sosial membutuhkan proses lebih panjang karena harus melalui verifikasi lapangan (ground check).
Sementara melalui desa dilakukan lewat musyawarah desa sehingga prosesnya relatif lebih cepat.
Ia juga menjelaskan perbedaan antara PBIJK dan PBID terletak pada sumber pembiayaan. “Kalau PBIJK pembiayaannya dari pusat, sedangkan PBID dari APBD daerah,” terangnya.
Menurutnya, pemerintah daerah setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk menjamin cakupan kesehatan masyarakat, meski jumlah kepesertaan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran.
“Setiap tahun kita anggarkan, tapi jumlah pesertanya tergantung dari anggaran yang ditetapkan pada tahun berjalan,” pungkasnya.











