PERISTIWA

Satu CJH Trenggalek Meninggal Dunia Jelang Keberangkatan, 451 Jemaah Haji Siap Berangkat

×

Satu CJH Trenggalek Meninggal Dunia Jelang Keberangkatan, 451 Jemaah Haji Siap Berangkat

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Petugas saat membuka koper bersama calon jamaah haji yang bakal berangkat.
Inti Berita:
• Satu CJH Trenggalek meninggal sebelum keberangkatan haji 2026
• Total 451 jemaah dipastikan tetap berangkat 18 Mei 2026
• Jemaah masuk gelombang kedua, berangkat dini hari dari Pendapa
• Mayoritas jemaah berusia di atas 65 tahun, tertua 90 tahun
• Belum ada penundaan keberangkatan karena faktor kesehatan

SUARA TRENGGALEK – Salah satu Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Trenggalek dilaporkan meninggal dunia menjelang keberangkatan haji tahun 2026.

Meski demikian, sebanyak 451 jemaah lainnya dipastikan tetap berangkat sesuai jadwal.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Trenggalek, Hamzah Subkhan, menyampaikan bahwa jemaah yang meninggal menjadi satu-satunya yang tidak melanjutkan proses keberangkatan tahun ini.

“Untuk kloter 105 jumlahnya sekarang 347 calon jemaah haji (CJH), kemudian kloter 106 sebanyak 100, kloter 109 ada 2 jemaah, 110 ada 2 CJH, kurang lebih 451 calon jemaah haji asal Trenggalek, kemudian kemarin ada jemaah yang meninggal 1,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh CJH yang telah masuk daftar keberangkatan dipastikan tetap berangkat tanpa penundaan.

“Kalau yang menunda sejak awal bukan yang masuk ini. Yang saat ini semua alhamdulillah melanjutkan, tapi yang jelas satu tidak melanjutkan karena meninggal,” jelasnya.

CJH asal Trenggalek dijadwalkan berangkat pada 18 Mei 2026 dan masuk dalam gelombang kedua.

Para jemaah akan mulai berkumpul di Pendapa Trenggalek sekitar pukul 01.00 WIB, sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

“Perkiraan masuk Pendapa pukul 01.00 WIB, kemudian berangkat ke Asrama Haji Sukolilo dan tiba sekitar pukul 07.30 WIB,” tambahnya.

Dari total 451 CJH, pembagian kloter meliputi kloter 105 sebanyak 347 jemaah, kloter 106 sebanyak 100 jemaah, serta kloter 109 dan 110 masing-masing dua jemaah.

Di sisi lain, mayoritas jemaah tahun ini didominasi kelompok lanjut usia. Jemaah tertua tercatat berusia 90 tahun, sementara sebagian besar lainnya berada di atas usia 65 tahun.

“Calon jemaah haji tertua 90 tahun. Untuk lansia usia 65 tahun ke atas cukup banyak, karena antrean haji yang panjang,” ungkap Hamzah.

Meski didominasi lansia, hingga saat ini belum ada laporan penundaan keberangkatan akibat faktor kesehatan. Pemeriksaan kesehatan terus dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi layak berangkat.

“Dinas Kesehatan terus memantau kondisi jemaah, terutama yang lansia. Sampai sekarang belum ada laporan penundaan karena sakit,” pungkasnya.