BUDAYA

Budaya Rewang dalam Pernikahan Adat Jawa, Wujud Gotong Royong yang Tetap Lestari

×

Budaya Rewang dalam Pernikahan Adat Jawa, Wujud Gotong Royong yang Tetap Lestari

Sebarkan artikel ini
Rewang
Istimewa.
Inti Berita:
• Rewang adalah tradisi gotong royong dalam hajatan, terutama pernikahan adat Jawa.
• Warga membantu secara sukarela, mulai dari memasak hingga menyiapkan acara.
• Tidak ada bayaran, tapi ada sistem timbal balik antarwarga.
• Nilai utama: kebersamaan, solidaritas, dan kearifan lokal.
• Meski modernisasi berkembang, tradisi ini masih lestari di banyak daerah.

SUARA TRENGGALEKTradisi rewang atau rewangan masih menjadi bagian penting dalam pernikahan adat masyarakat Jawa. Budaya ini tidak hanya sekadar membantu tuan rumah, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Secara harfiah, rewang berarti membantu atau tolong-menolong secara sukarela. Tradisi ini umum dilakukan saat hajatan besar seperti pernikahan, khitanan, maupun syukuran, khususnya di wilayah pedesaan.

Dalam prosesi pernikahan adat Jawa, rewang berperan besar dalam mendukung kelancaran acara. Warga sekitar, kerabat, hingga tetangga datang secara sukarela untuk membantu berbagai persiapan, mulai dari memasak hingga menata tempat.

Pelaksanaan rewang biasanya dimulai beberapa hari sebelum acara, tergantung besar kecilnya hajatan. Pada tahap persiapan, keluarga tuan rumah mengundang warga sekitar untuk terlibat.

Para perempuan umumnya berkumpul merencanakan menu masakan tradisional seperti opor ayam, gudeg, rawon, hingga nasi liwet.

Sementara itu, kaum laki-laki bertugas menyiapkan kebutuhan teknis seperti mendirikan tenda, menata kursi, hingga mengatur perlengkapan acara.

Saat pelaksanaan, para perewang bekerja bersama di dapur maupun area acara. Mereka memasak, menyajikan makanan, hingga menyambut tamu. Aktivitas ini berlangsung sejak pagi hingga malam dan sering menjadi ajang mempererat hubungan sosial antarwarga.

Setelah acara selesai, para perewang juga turut membantu membersihkan lokasi. Tradisi ini dilakukan tanpa imbalan materi, melainkan didasari semangat timbal balik. Warga yang membantu akan mendapat bantuan serupa saat menggelar hajatan di kemudian hari.

Budaya rewang mengandung sejumlah nilai penting, di antaranya semangat gotong royong, solidaritas sosial, serta kearifan lokal. Tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan menjaga keharmonisan masyarakat.

Sejumlah sumber pemerintah daerah di Jawa menyebut rewang sebagai bagian dari kearifan lokal yang masih terjaga. Tradisi ini dinilai mampu memperkuat integrasi sosial sekaligus menjadi identitas budaya masyarakat Jawa.

Meski di era modern sebagian keluarga mulai memanfaatkan jasa profesional seperti wedding organizer, tradisi rewang tetap bertahan, terutama di wilayah pedesaan. Bahkan di beberapa daerah, tradisi ini tetap dipadukan dengan konsep acara modern.

Keberadaan rewang menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan masih relevan di tengah perkembangan zaman. Tradisi ini tidak hanya membantu meringankan beban tuan rumah, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat.